153 Tempat Penyehatan Tradisional Memiliki STPT

Bangka Tengah – Terdapat ratusan tempat penyehatan tradisional di Bangka Belitung. Namun hingga saat ini hanya 153 tempat memiliki Surat Tanda Pengobatan Tradisional (STPT). Selain itu sebanyak 28 puskesmas memiliki tenaga kesehatan terlatih menggunakan teknik penyembuhan tradisional (akupresure) dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga).

Sumini Yuliastuti Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pemerintah akan memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknik penyembuhan tradisional. Dulu, penggunaan ramuan tradisional sering digunakan untuk kesehatan.

“Kalau dulu, ibu kita sering menggunakan tanaman obat. Terdapat ribuan jenis obat dapat digunakan untuk menjaga kesehatan maupun pengobatan,” kata Sumini saat membuka acara Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Hotel Novotel, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (4/5/2017).

Sementara ini sekitar 30,4 persen masyarakat Indonesia masih menggunakan pelayanan kesehatan tradisional. Ia menambahkan, penggunaan pelayanan kesehatan tradisional tanpa alat seperti pijat urat cukup mendominasi. Selain itu, cukup banyak masyarakat masih menggunakan ramuan tradisional berupa ramuan tanaman obat.

Bangka Belitung mempunyai banyak jenis tanaman obat-obatan. Menurutnya, kondisi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi. Tak hanya itu, berkembangnya penggunaan tanaman obat-obatan di daerah dapat menjadi salah satu pemikat bagi wisatawan. Namun sejumlah pengobatan tradisional ini hendaknya dapat dipertanggungjawabkan.

“Sesuaikan dengan norma dan adat di daerah. Pemerintah dapat berperan meningkatkan kompetensi tenaga penyehatan tradisional, sehingga dapat diterima masyarakat. Salah satu cara dapat dilakukan yakni, menggelar bimtek bagi tenaga penyehatan tradisional oleh dinas terkait untuk meningkatkan kemampuan,” jelasnya.

Pelayanan kesehatan tradisional perlu diawasi pemerintah. Saat ini Bangka Belitung telah mempunyai Centra Pengembangan Pengobatan Tradisional. Ini dapat digunakan sebagai wadah bagi pelayan kesehatan teknik tradisional. Sedangkan di lingkungan pemerintah, sudah ada rumah sakit umum daerah yang dibekali dengan pelatihan akupuntur medik dan herbal medik.

Sejumlah rumah sakit tersebut di antaranya, RSU Sungailiat, RSU Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, RSU Depati Hamzah Pangkalpinang dan RSU DR Ir Soekarno dan RSU Bangka Tengah. Ia menjelaskan, potensi sumber daya manusia tersebut harus dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan kesehatan di Bangka Belitung.

“Kita mengharapkan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan untuk memberi pelatihan kepada dokter akupuntur maupun pelatihan tenaga kesehatan. Kesinambungan program pelayanan kesehatan tradisional ini dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan semua pihak,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/R1
Fotografer: 
Rizky