16 Hari Polri Gelar Operasi Ramadniya Menumbing

PANGKALPINANG – Selama 16 hari mendatang Polri beserta sejumlah stakeholders di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar operasi Ramadniya Menumbing 2017. Kegiatan ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah. Diimbau masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kondisi kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, untuk menjaga kondisi kamtibmas agar aman dan kondusif, seluruh kasatwil hendaknya mampu menekan angka kejahatan konvensional seperti curas, curan, curanmor, copet, hipnotis dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan preventif dan represif. Lakukan langkah deteksi dini kerawanan dengan mengoptimalkan peran babinkabtimas dan intelijen.

“Ingatkan masyarakat untuk terus waspada dan bekerja sama dengan Polri menjaga keamanan. Seluruh jajaran untuk meningkatkan gerakan sambang dan patroli pada titik rawan gangguan kamtibmas seperti terminal,” kata Gubernur saat membacakan sambutan Kapolri pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Manumbing 2017, di halaman Kantor Gubernur, Senin (19/6/2017).

Selain itu, jelas, gerakan sambang dan patroli juga dilakukan di pelabuhan, pemukiman yang ditinggal pemilik, pusat perbelanjaan, bank dan ATM serta tempat wisata yang ramai dikunjungi saat perayaan Idul Fitri. Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas, seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara all out. Berikan atensi penuh pada titik rawan laka lantas dan rawan macet, terutama saat puncak arus mudik H-2 Idul Fitri dan puncak arus balik H+5 Idul Fitri.

Beberapa terobosan dapat diberikan demi kenyamanan pemudik seperti keberadaan fasilitas kesehatan, ambulance mobile, BBM mobile, WC umum, bengkel dan layanan derek, pemberian pos-pos dan pelayanan. Ia menambahkan, khusus satwil memiliki aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi agar dimanfaatkan seoptimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dan bantuan sosial.

Memperbanyak informasi melalui banner, spanduk yang dapat dilihat pemudik agar mematuhi peraturan. Diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang dari tahun sebelumnya. Operasi dilaksanakan selama 16 hari melibatkan total 187.012 personel dari kepolisian serta dibantu stakeholders terkait. Operasi 2016 lalu, jumlah laka lantas mengalami penurunan 72 kasus yaitu 2,36 persen jika dibandingkan tahun 2015.

Korban meninggal dunia menurun sebanyak 88 jiwa atau sama dengan 13,62 persen. Namun data gangguan kamtibmas tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 233 kasus atau 13,89 persen jika dibandingkan tahun 2015. Sedangkan angka kejahatan secara umum naik 164 kasus atau 10,98 persen. Seluruh jajaran harus bekerja secara optimal, fokus utama dalam menjaga kestabilan harga pangan, pemeliharaan kamtimas yang kondusif serta keamanan dan kelancaran arus mudik.

“Ciptakan harmonisasi secara sinergis antara seluruh stakeholders terkait, sehingga keamanan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah dapat berjalan dengan lebih baik, aman, tertib dan lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh jajaran hendaknya dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas. Terlebih awal pelaksanaan operasi ini dalam suasana bulan suci Ramadan,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky