2012, PDRB Babel Tembus Rp. 34,325 Miliar

Pangkalpinang - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2012 Bangka Belitung menembus Rp34,325 miliar. Angka ini diukur berdasarkan harga berlaku saat itu. Sedangkan jika diukur atas dasar harga konstan tahun 2000, angkanya dicapai Rp12,251 miliar. Di tahun yang sama, perekonomian Bangka Belitung tumbuh sebesar 5,7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2011.

Menurut keterangan Teguh Pramono Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat jumpa pers, Selasa (5/2/2013), sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor keuangan, real estate jasa perusahaan dan sektor konstruksi yang masing-masing mencapai 11,0 persen. Sementara pertumbuhan pada sektor pengangkutan dan komunikasi hanya sebesar 9,5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2012 menurut pengeluaran didukung pertumbuhan komponen PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto-red) sebesar 7,1 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 6,5 persen dan impor 4,7 persen," jelas Teguh.

PDRB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 51,9 persen. Ia menambahkan, angka tersebut diikuti komponen PMTB senilai 26,9 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 16,1 persen. Sedangkan secara triwulan, PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada  triwulan IV tahun 2012 atas dasar harga berlaku Rp8,975 miliar dan jika dihitung atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp3,137 miliar.

Perhitungan BPS Bangka Belitung, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2012 sekitar 1,0 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Namun kalau dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, mengalami pertumbuhan 6,1 persen. Terdapat tiga sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tertinggi triwulan IV tahun 2012 dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu, sektor jasa sebesar 2,5 persen, sektor industri pengelolaan 2,1 persen dan sektor konstruksi 1,5 persen.

"Sedangkan y-on-y , tiga sektor yang mempunyai pertumbuhan tertinggi adalah sektor pengangkutan dan komunikasi menyumbang 9,2 persen, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan 9,1 persen serta sektor konstruksi 9,0 persen," ungkapnya.

Untuk PDRB pengeluaran triwulan IV tahun 2012 dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q), pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah mencapai angka 2,3 persen, ekspor 1,9 persen, dan impor 1,7 persen. Dikatakan Teguh, krisis ekonomi global di bunua eropa tahun 2012 lalu, berdampak terhadap menurunnya harga komoditi pertambangan timah serta bahan baku pertanian seperti CPO dan karet yang dihasilkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kondisi itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dibandingkan tahun 2011," tegasnya.

Struktur PDRB menurut sektor ekonomi dan lapangan usaha atas dasar harga berlaku menunjukan peran dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun. Teguh mengatakan, dalam hal ini terdapat kontribusi tiga sektor utama, sektor pertanian, industri pengolahan, dan sektor perdagangan, hotel restoran mempunyai peranan sebesar 57,0 persen. Adapun rinciannya, untuk sektor industri pengelolaan berkontribusi 19,2 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pertanian berkontribusi masing-masing 19,1 persen dan 18,6 persen.

"Kalau kita melihat pola distribusi PDRB pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar dalam pengeluaran PDRB Bangka Belitung yang lebih dari 51,9 persen," jelas Teguh.(hzr/cdr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Tags: 
BPS