2017, Daya Listrik Babel 200 MW

Kelapa – Ditargetkan hingga tahun 2017 mendatang kapasitas listrik di Bangka Belitung menembus angka 200 MW. Diperkirakan seribu menara terpasang berjajar dari Muntok sampai Toboali untuk mendukung pendistribusian energi listris tersebut. Keberadaan daya listrik ini dipastikan dapat menyelesaikan persoalan energi di Bangka Belitung.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, dua tahun mendatang ada daya listrik sebesar 200 MW. Diharapkan ini berdampak terhadap kemajuan perekonomian masyarakat, sebab investasi akan berdatangan ke Babel. Pembangunan jaringan transmisi 150 kV sepanjang 250 Km diharapkan membawa kemajuan bagi daerah. Jaringan kabel bawah laut dari Pulau Sumatera ke Muntok juga memberi keuntungan.

“Babel indah, maju tanpa krisis listrik lagi. Krisis listrik teratasi, dan semua desa teraliri listrik dengan sangat baik,” kata Wagub saat meresmikan Penarikan Pertama (stringing) Jaringan Transmisi 150kV di Desa Kayu Arang, Kecamatan Kelapa, Kamis (02/04/15).

Pembangunan jaringan transmisi ini menjadi komitmen pemerintah dan PLN dalam bidang energi listrik. Ia mengharapkan, bupati, sekda, camat, lurah, kades juga memberi bantuan demi terlaksana program pembangunan jaringan transmisi. Jaringan ini merupakan jaringan transmisi pertama di luar pulau-pulau besar di Indonesia.

"Pemerintah daerah, bupati dan semua masyarakat harus dukungan dan berikan kemudahan dalam pelaksanaan pembangunan menara ini. Ini untuk kepentingan kita bersama dan demi kemajuan Bangka Belitung," harap Wagub.

Nasri Sebayang Direktur Kontruksi PT PLN  Pusat mengatakan, pembangunan jaringan transmisi 150kV ini dilakukan untuk kemajuan dan kesra masyarakat Bangka. Pembangunan energi listrik sudah menjadi pemikiran panjang, dan PLN akan membangun sutet dari Muntok-Tobaali sepanjang 250 Km.

Sekitar seribu menara setinggi 40 meter membentang sepanjang wilayah Pulau Bangka. Ia menambahkan, daya listrik di Bangka saat ini 135 MW, dan diperkirakan lima tahun mendatang Bangka Belitung membutuhkan sebanyak 230 MW. Nanti ada satu sistem antara Sumatera dan Bangka. Sistem saling support, sebab Babel memiliki 25 MW sebagai cadangan.

“Namun itu belum mencukupi. Idealnya harus ada sekitar 30 persen dari total 135 MW dimiliki Pulau Bangka,” jelasnya.

Pembangkit energi listrik sebesar 2 x 100 MW juga dibangun di Muntok. Lebih jauh ia menjelaskan, pembangunan itu diproyeksikan paling lama selesai tahun 2019, namun diupayakan tahun 2018 sudah selesai dibangun. Ini sudah menjadi program pemerintah pusat dalam membangun bidang kelistrikan di Indonesia.

"Untuk program pembangunan jaringan transmisi harus selesai tahun 2017," tegas Nasri.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari