6% KIS Di Babel Retur, Baru 63 % Penduduk Babel Jadi Peserta BPJS Kesehatan

PANGKALPINANG – Forum Pemangku Kepentingan Umum dilaksanakan di Ruang Rapat Pantai Romodong Kantor Gubernur Babel, Selasa (14/3/2017). Dimana dalam rapat tersebut membahas mengenai BPJS dalam menyukseskan sinergi program pemerintah terkait Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) di Provinsi Babel.

Turut hadir Kepala Divisi Regional III Sumbagsel BPJS Kesehatan dr Erna Wijaya Kesuma, MM, AAK selaku narasumber, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ir. Budiman Ginting selaku pimpinan rapat, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hendra Kusumajaya.

Dalam forum tersebut, dr Erna menyampaikan bahwa di tahun 2016 ini jumlah peserta BPJS 171,9 juta jiwa secara nasional. Untuk kepesertaan di Bangka Belitung sendiri pencapaian targetnya 90% lebih, tapi kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk, baru kurang lebih 63%. Kemudian Erna mengungkapkan bahwa hanya Bangka Barat yang belum terintegrasi dengan Jamkesda di Babel dan Ia berharap tahun ini dapat terealisasikan.

Dari distribusi Kartu Indonesia Sehat, Ia mengungkapkan bahwa kartu tersebut sudah didistribusikan 100% ke pihak ketiga. Namun yang diterima oleh peserta di Babel baru 90-94%. “Masih ada yang kembali 6%, ini yang kita sebut dengan retur. Retur ini bisa macam-macam, ada yang ganda, ada yang meninggal, alamat tidak ditemukan, atau sudah menjadi peserta penerima upah,” ungkapnya.

Retur ini sebenarnya merupakan quota yang kosong. Erna menjelaskan, hal ini dapat segera diproses oleh Dinsos agar diusulkan ke Kemensos, karena  sumber data didapat dari Kemensos. Selain itu juga perlu adanya peran proaktif dari Kabupaten/Kota untuk diusulkan ke pusat.

Ia melanjutkan, bahwa setiap tahun ada survey pihak ketiga untuk melihat bagaimana kepuasan peserta terhadap layanan dalam program JKN KIS. Kepuasan ini dilihat dari layanan di Rumah Sakit,  Dokter keluarga, juga di kantor BPJS kesehatan. “Jadi nanti kalau sudah dapat survey tersebut, kita bisa melihat titik-titik kelemahan kita, sehingga bisa kita perbaiki bersama,” jelas Erna.

Untuk tahun 2017, fokus utama BPJS Kesehatan terkait dengan kepuasan peserta, keberlangsungan finansial, dan cakupan semesta. BPJS Kesehatan mengharapkan dari target bisa 100% untuk peserta baru, bergabung dengan BPJS Kesehatan, karena sistem ini merupakan gotong royong. Dimana yang tidak sakit membantu yang sakit, dan benefitnya dapat dirasakan oleh semua tingkat peserta.

“Kalau tidak gotong royong, iuran kita ngga cukup. Benefit yang diberikan untuk peserta JKN KIS kepada semua tingkat, menjadi jaminan. Iuran yang paling tinggi hanya 80 ribu rupiah saja,” tambahnya.

Budiman Ginting mengatakan bahwa bagi masyarakat yang sudah menjadi peserta BPJS tentunya mengharapkan pelayanan yang lebih baik di masa-masa yang akan datang. Maka dari itu Ia mengharapkan peran serta dinas-dinas terkait untuk bersama-sama dapat memperbaiki kinerjanya dan saling bersinergi untuk kepentingan masyarakat banyak. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Khalimo Tabarani
Editor: 
Noviansyah