9.809 Hektare Perairan Tuing Dicadangkan sebagai Kawasan Konservasi Perikanan

RIAUSILIP, BANGKA -- Seluas 9.809 hektare Perairan Tuing, Kabupaten Bangka dicadangkan sebagai kawasan konservasi perikanan. Targetnya melindungi spesies cumi-cumi. Sebelumnya pemda setempat mengidentifikasi 40 ribu hektare wilayah potensial dijadikan kawasan konservasi.

Kabid Pengelolaan Ruang Laut DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kristiatlizar menerangkan, saat ini status Perairan Tuing ditetapkan pencadangannya sebagai kawasan konservasi. Ini sesuai SK Gubernur Nomor 178.44/799/DKP/2018 tanggal 27 September 2018. 

"Sudah ada SK pencadangannya, namun harus diperkuat dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan," ujar Kristiatlizar saat Konsultasi Publik di Dusun Tuing, Riau Silip, Jumat (28/11/2018).

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten  Bangka mengidentifikasi 40 ribu hektare wilayah potensial menjadi kawasan konservasi. Namun beberapa lokasi terdapat IUP penambangan, sehingga kawasan yang dapat dicadangkan seluas 9.809,5 hektare.

Langkah strategis berikutnya, kata Kristiatlizar, sebelum ditetapkan keputusan menteri perlu menetapkan rencana pengelolaan zonasi. Konsultasi publik ini bertujuan menggali masukan dari nelayan mengenai rencana pengelolaan zonasinya.

"Hal ini untuk membuat kesepakatan bersama, berapa luasan zona inti, zona perikanan berkelanjutan dan zona lainnya?" tutur Kristiatlizar.

Kasubdit Penataan Kawasan Konservasi KKP Amehr Hakim apresiasi kebijakan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung mendukung program KKP memperluas kawasan konservasi. Ini sesuai komitmen Indonesia pada pertemuan Our Ocean Conference.

Komitmennya, kata Amehr Hakim, tahun 2020 mendatang kawasan konservasi Indonesia seluas 20 juta. Upaya Pemprov Babel melindungi spesies cumi-cumi sudah tepat, sebab kawasan konservasi suaka perikanan melindungi dan menjamin spesies cumi bangka.

"Nelayan juga nanti akan diuntungkan. Karena kalau habitat cumi dilindungi akan menjaga keberlangsungan cumi-cumi di Pulau Bangka," tutup Amehr.

Sumber: 
DKP Babel
Penulis: 
Mutiah
Fotografer: 
Mutiah
Editor: 
Huzari