Adat Rebo Kasan Bisa Menjadi Daya Pikat Wisatawan

Mudel, Bangka – Tarmizi Saat Bupati Bangka menilai acara adat istiadat Rebo Kasan di Dusun Mudel, Desa Air Anyir dapat menjadi modal memikat wisatawan. Namun acara ini harus dikemas dengan baik, selain itu masyarakat harus bisa mengembangkan potensi daerah lainnya. Contohnya, masyarakat membuat produk oleh-oleh untuk dijual ke wisatawan.

“Dibangunnya kawasan ekonomi khusus, mulai dari Rambak ke Rebo, berarti kawasan ini akan berkembang secara sendirinya. Mungkin orang dari Pangkalpinang ingin ke Sungailiat berhenti di sini. Sediakan produk oleh-oleh bagi masyarakat yang datang,” kata Bupati saat mengikuti acara adat Rebo Kasan di Dusun Mudel, Bangka, Rabu (30/11/2016).

Bupati mencontohkan, masyarakat bisa membuat produk oleh-oleh berupa keripik. Lalu keripik tersebut diberikan merek keripik Air Anyer. Produk lainnya seperti udang kering Air Anyer, kempelang Mudel atau dodol Temberan. Jika jembatan Emas telah digunakan, banyak orang akan melintasi Desa Air Anyir. Manfaatkan, jangan sampai wisatawan kesulitan mendapatkan oleh-oleh.

Kepala desa merupakan salah faktor penggerak industri kreatif masyarakat desa. Bupati mengatakan, acara adat ini merupakan ajang silaturahim. Ini peluang bagi daerah, namun untuk mengembangkan potensi ini harus melibatkan kerja sama dengan masyarakat. Pasalnya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan kebersamaan memudahkan proses pembangunan.

Sekarang di Kota Sungailiat telah dibangun tugu tiga pilar penyanggah dulang. Bupati menjelaskan, tiga pilar itu artinya, pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. Desa Air Anyir bisa mencontoh tugu di Sungailiat, namun dengan mempertimbangkan potensi desa. Jika daerah ini mempunyai potensi kepiting, bisa dibangun tugu berbentuk kepiting.

Pemanfaatan dana bantuan desa hendaknya dapat digunakan semaksimal mungkin. Menurut Bupati, jika masih terdapat masyarakat belum mempunyai jamban, pihak desa dapat menggunakan dana tersebut untuk membangun jamban. Selain itu perbanyak program pemberdayaan masyarakat seperti BUMdes atau Gapoktan.

Pengelolaan BUMdes dan Gapoktan dilakukan dengan baik. Pemerintah Kabupaten Bangka telah melakukan pengadaan 39 unit mobil pickup untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat desa. Menurut Bupati, pemimpin menentukan kemajuan pembangunan di daerah. Tanggal 15 Februari nanti Bangka Belitung kembali memilih gubernur. Hendaknya masyarakat dapat menggunakan hak pilih.

“Masyarakat bisa memilih siapapun. Namun pemimpin yang dipilih dapat membuat daerah menjadi lebih maju. Pemilih dapat melihat visi dan misi calon kepala daerah. Saya tidak ingin mengarahkan, namun saya ingin masyarakat datang ke TPS menggunakan hak suaranya. Sebab ini mementukan masa depan daerah kita,” tegasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra