Aktualisasi Pemuda Zaman Now Dalam Memaknai Pancasila


Oleh: Adi Tri Saputra
Anggota Pemuda Pancasila Provinsi Babel/Pranata Humas Diskominfo Babel


Seiring perkembangan zaman, arus globalisasi pola pikir pemuda kian terjerumus bahkan secara perlahan kian terkikis akan aktualisasi diri memaknai arti sakralnya pemahaman lima asas yang tertuang dalam Pancasila. Rasa nasionalisme akan memaknai arti pancasila kini seakan hanya sekedar ucapan tanpa pembuktian nyata, semenjak kemerdekaan bangsa indonesia hingga sekarang pengikraran pancasila terus berkumandang diatas bumi Ibu Pertiwi Indonesia.

Jika kita kembali mencoba menggali akan arti pentingnya sebuah pancasila oleh Presiden RI pertama Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya: Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Berdasarkan sejarah terlahirnya organisasi Pemuda Pancasila yang merupakan suatu organisasi paramiliter bangsa Indonesia yang didirikan oleh Jenderal Abdul Haris Nasution pada tanggal 28 Oktober 1959, seiring waktu organisasi Pemuda Pancasila pada tahun 1981 pemuda pancasila dibawah pimpinan Japto Soerjosoemarno. Pemuda Pancasila, nama ini mengacu pada Pancasila, yakni Lima prinsip resmi dari negara Indonesia.

Nah, jika bercermin pada masa saat itu, begitu besarnya peran penting pemuda bagi bangsa indonesia, dalam memaknai dan memperingati hari lahirnya Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni adalah menjadi suatu yang sangat sakral bagi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan suatu ideologi yang menjadi tumpuan kuat bangsa dan Indonesia. Setiap pelaksanaan Upacara Bendera pengucapan teks Pancasila menjadi hal yang wajib untuk terus dikumandangkan, Pancasila terdiri dari lima asas yakni adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Arus globalisasi perkembangan teknologi serta pola pikir pemuda kini seakan terbius oleh pemikiran pragmatis seakan menjelma tanpa wujud nyata. Dinamika pemuda bangsa saat ini dilanda berbagai tuntutan zaman, perkembangan arus informasi yang tanpa arah seakan menghipnotis pola pikir segenap generasi penerus dalam berdinamika demokrasi sebagai tatanan kehidupan bangsa. Terjerumusnya pemuda zaman now sebagai generasi penerus bangsa akan berbagai perkembangan arus informasi negatif semakin menjadi boomerang di tengah kehidupan bangsa saat ini. Kekeliruan pemahaman pola pikir seperti radikalisme, terorisme terus menghantui generasi bangsa saat ini.

Jika dilihat dari pemahaman tersebut, maka dapat kita petik arti pemahaman Pancasila sebagai lima asas dasar berdirinya bangsa indonesia, harkat dan martabat bangsa akan terus terukir, persatuan dan kesatuan bangsa akan semakin kokoh. Peringatan Hari Lahirnya Pancasila selalu diperingati diseluruh penjuru negeri, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentunya tak akan melewati peringatan hari lahirnya pancasila, meskipun terbilang Provinsi yang baru nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak boleh dipandang sebelah mata, dibalik Sejarah kemerdekaan bangsa indonesia, Provinsi Bangka belitung telah tercatat menjadi salah satu saksi sejarah kemerdekaan bangsa indonesia. Sang Proklamator Presiden RI pertama Soekarno menapaki kaki nya di bangka belitung tepatnya di Muntok Kabupaten Bangka Barat.

Seperti apa karakter Pemuda saat ini khususnya Pemuda di Provinsi Kepulauan bangka belitung, Provinsi Bangka Belitun saat ini jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa. Tentunya menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi arus globalisasi serta perkembangan teknologi informasi kian pesat, peran pemuda bangka belitung dituntut ekstra kuat dalam menghadapi persaingan yang semakin berkembang cepat. Budaya generasi bangka belitung dak kawa nyusah kini harus segera dihilangkan, ini menjadi tantangan bersama dalam membangun Provinsi Bangka Belitung yang lebih sejahtera.

Memaknai Pancasila didalam jiwa Pemuda Bangka Belitung tentunya tidak hanya sekedar memaknai sebagai simbol bangsa saja, namun arti penting makna pancasila harus diterapkan dibenak sanubari jiwa pemuda bangka belitung sehingga dapat menjadi acuan dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terjalin persatuan dan kesatuan dalam membangun Provinsi Bangka Belitung sesuai dengan misi dan visi Provinsi Bangka Belitung. Sehingga terwujudnya bangka belitung sesuai dengan cita-cita pengdahulu pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka belitung.

Butuhnya pemahaman akan arti penting sebuah aktualisasi diri pemuda terhadap pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara sangatlah penting ditanamkan dalam jiwa setiap generasi pemuda bangsa saat ini (zaman now). Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan harga diri bangsa Indonesia, pemahaman radikalisme, terorisme merupakan menjadi musuh bersama serta menjadi salah satu tanggaung jawab pemuda bangsa saat ini, karena di tangan pemuda lah harga diri bangsa akan terus tertanam dalam jiwa sanubari pemuda.

Mari kita jaga persatuan dan kesatuan keutuhan NKRI demi mewujudkan cita-cita bersama dalam menjiwai pancasila. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Salam Indonesia. Salam Pemuda, Salam Bangka Belitung, semoga terwujudnya Bangka Belitung yang sejahtera, damai, aman, makmur dan berkah, semoga.

 

Tulisan/Opini ini Pernah di Muat Di Harian Media Rakyatpos pada tanggal 02 Juni 2018

Penulis: 
Adi Tri Saputra
Sumber: 
Diskominfo

Artikel

24/07/2018 | Utari Marisa Fitri (Humas Sekretariat DPRD Prov Babel)
16/07/2018 | Diskominfo
04/05/2016 | Muhammad Irwan Effendi, ST, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama

ArtikelPer Kategori