Amanah Mendagri di Pundak Pecinta Sastra dan Pak Ustadz

PANGKALPINANG—Wajah kedua pria yang mengenakan stelan jas lengkap itu tampak sumringah. Senyum terus mengembang dan dengan ramah menerima uluran tangan orang-orang yang memberikan ucapan selamat. Maklum, kedua pria itu yakni Asyraf Suryadin baru saja diberi amanah menjabat sebagai Pjs Walikota Pangkalpinang dan Sahirman Jumli sebagai Pjs Bupati Belitung. Keduanya dikukuhkan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.19-302 Tahun 2018 tentang Penunjukan Asyraf Suryadin sebagai Pjs Walikota Pangkalpinang dan Nomor 131.19-258 Tahun 2018 tentang Penunjukan Sahirman sebagai Pjs Bupati Belitung.

Pengukuhan kedua Pjs kepala daerah itu dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melalui Wakil Gubernur Abdul Fatah pada Rabu (14/2) di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel.

Dalam pesan yang disampaikan Fatah, diharapkan Asyraf dan Sahirman harus tetap menjaga netralitas selama pelaksanaan Pilkada. “Tidak lupa saya ingatkan juga agar selalu menjalin komunikasi yang baik dengan unsur-unsur pemerintahan seperti Forkominda, kepala organisasi perangkat daerah serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di kota dan kabupaten masing-masing,” pesan Fatah.

Lebih jauh Fatah menjelaskan sebelumnya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung telah mengusulkan masing-masing tiga nama pejabat di Pemprov Babel kepada Mendagri untuk ditunjuk dan ditetapkan sebagai Pejabat Sementara Walikota Pangkalpinang dan Pejabat Sementara Bupati Belitung. “Kepada pejabat yang telah ditujuk saya harapkan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” harap Fatah.

Lantas siapa sebenarnya sosok Asyraf dan Sahirman yang mendapat amanah dari Mendagri tersebut?

Selama ini masyarakat banyak mengenal Asyraf yang Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Babel ini sebagai pegiat sastra dan aktif di sejumlah organisasi. Pria bersahaja dan murah senyum ini dilahirkan di Kota Pangkalpinang pada 4 Mei 1966. Setelah menuntut ilmu di kota kelahirannya, Asyraf sempat hijrah ke Yogyakarta guna melanjutkan studi dan lulus sebagai sarjana bahasa dan sastra Indonesia pada tahun 1990. Pada tahun 2000 ia pun akhirnya lulus kuliah S2 di Program pascasarjana Program Studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan.

Di bidang pendidikan pria yang selalu memelihara kumis ini pernah menjadi guru di Sungailiat, Pemali, dan Muntok. Juga sebagai dosen pernah dilakoninya. Antara lain di STAIN Bangka, STIPER Bangka, dan pernah menjadi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Bangka Belitung (UBB).

Selain menggeluti bidang pendidikan, ternyata Asyraf sangat mencintai dunia sastra. Salah satu prestasi di bidang sastra yang pernah diraihnya adalah menjadi juara I tingkat nasional dalam sayembara penulisan buku bacaan tahun 2004. Bahkan karya sastra yang telah diterbit pun sudah banyak. Antara lain Legenda Rakyat Bangka, Sang Benyawe Sampai Tanjung Pusuk, dan Putri Kayu Pelawan.

Di bidang organisasi Asyraf yang selalu ramah kepada semua orang dan tampil sederhana ini aktif sebagai pengurus organisasi Muhammadiyah, Himpunan Sarjana Kesustraan Indonesia, Asosiasi Dosen Indonesia, dan Ikatan Pustakawan Indonesia.

Sedangkan Sahirman Jumli yang saat ini menduduki jabatan Kepala BKPSDM Pemprov Babel selama ini dikenal sebagai seorang pejabat merakyat sekaligus Pak Ustadz. Sahirman kerap memberikan ceramah dan menjadi imam sholat berjemaah di lingkungan internal Pemprov Babel maupun di kalangan masyarakat umum. Maka tak heran di masa semua gubernur menjabat, Sahirman selalu dipercaya mendampingi kegiatan keagamaan gubernur di masyarakat, seperti kegiatan Safari Ramadhan misalnya.

Karier Sahirman di Pemprov Babel bermula saat ia diajak Gubernur Babel waktu itu almarhum Eko Maulana Ali hijrah menjadi pegawai daerah dan berkantor di Air Itam. Sebelumnya ia adalah pegawai di Kementerian Agama (dulu Departemen Agama). Berbagai jabatan pun pernah diemban Sahirman yang lahir pada 15 Agustus 1961 ini. Antara lain Sahirman pernah tercatat menjadi Kepala Dinas Sosial dan Asisten Setda Pemprov Babel.

Sama dengan Asyraf, Sahirman dikenal sebagai pejabat yang tidak pernah melupakan karakter dan bahasa daerahnya. Dalam setiap kesempatan ia selalu bangga menggunakan bahasa Bangka sehingga sangat efektif dan komunikatif saat berhadapan dengan masyarakat sebagai abdi pelayan masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai.

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Irwanto
Fotografer: 
Irwanto dan Foto Istimewa
Editor: 
Irwanto