Amenitas Geopark Belitung Timur Dianggarkan Rp. 36 Milyar

MANGGAR--Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Badan Pengelola Geopark Pulau Belitung mengajukan anggaran rencana pengembangan Geopark sebesar Rp. 36 milyar. Mayoritas anggaran akan digunakan untuk pembangunan amenitas atau sarana pendukung objek pariwisata prioritas di lima geosite di Kabupaten Beltim.

Sumber anggaran berasal dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 28.720.000.000. Sedangkan untuk APBD Kabupaten Beltim berjumlah Rp 7.438.000 dan APBDes Desa Burung Mandi dan Desa Limbongan Rp 210.000.000.

Mantan Sekretaris BP Geopark, Yuspian menekankan dari jumlah itu belum tentu semua akan diakomodir mengingat anggaran baru sebatas pengajuan. Jika disetujui, anggaran itu akan digunakan pada tahun 2018 ini.

“Itu baru rencana pengalokasian anggaran kebutuhan pembangunan Geopark Belitung Timur Tahun 2018. Khusus yang dari APBD kita tunggu DPA dulu, baru keluar hari ini,” ungkap Yuspia Kamis (18/1).

Menurut Yuspian, dari anggaran Rp 36 milyar, Rp 35 milyar akan digunakan untuk kegiatan fisik membangun amenitas. Sarana pendukung tersebut berupa pembangunan akses jalan, lampu penerangan, tempat parkir, tempat sampah, signboard, gerbang, hingga perluasan kawasan wisata.

“Pembangunan amenitas akan dibangun di Pantai Burong Mandi, Hutan Kerangas Desa Cendil, Pantai Batu Pulas dan Pulau Keran, Gunong Lumut, dan Open Pit. Hal ini seusai dengan SK Bupati untuk pengembangan di lima geosite tersebut,” jelas Yuspian.

Untuk pembangunan non fisik, Camat Kelapa Kampit itu menyebutkan direncanakan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar. Anggaran akan digunakan untuk pengembangan kurikulum bahan ajar muatan lokal di Dinas Pendidikan, Riset Keanekaragaman Hayati, dan Pelatihan Pokdarwis Karang Taruna dan mayarakat sekitar untuk pemandu wisata dan kawasan wisata.

“Anggaran tersebar di beberapa dinas terkait seperti Dinas PU, Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat, Pariwisata, Perhubungan, Pendidikan, Perikanan dan Perindustrian. Jika nanti ada sarana yang tidak bisa ditanggung dalam APBD atau APBN maka kita akan minta kepada pihak swasta melalui dana CSR,” pungkas Yuspian.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Humas Kabupaten Belitung Timur
Fotografer: 
Humas Kabupaten Belitung Timur
Editor: 
Irwanto