Babel Berkomitmen Untuk Percepat Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta

PANGKALPINANG – Kamis (03/08/2017) pagi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI bersama dengan perwakilan Badan Informasi Geospasial mengadakan rapat koordinasi dan verifikasi informasi geospasial tematik daerah. Acara yang diinisiasi oleh menko perekonomian ini digelar di ruang pasir padi kantor Gubernur selama dua hari yaitu tanggal 3-4 Agustus 2017. Acara tersebut turut mengundang perwakilan kanwil BPN wilayah Bangka Belitung serta perwakilan badan perencanaan daerah tingkat kabupaten/kota.

Badan Informasi Geospasial (BIG) ini sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), adalah lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi  geospasial .

BIG memiliki tugas pokok dan fungsi yang lebih luas yaitu tidak sekedar mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan survei pemetaan untuk menghasilkan peta namun juga membangun Informasi Geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses.

Acara koordinasi dan verifikasi informasi geospasial tematik daerah ini dibuka dengan sambutan dari Sekda provinsi kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi. Dalam sambutannya Ia mengucapkan terimakasih atas pendampingan dan pencerahan, pembekalan yang sudah dilakukan. ”Untuk itu kita harus memanfaatkan program kegiatan ini supaya ada tambahan pemahaman, tambahan ilmu pengetahuan, dan tambahan komitmen untuk kita bersama-sama mewujudkan kebijakan nasional yang sudah diatur didalam peraturan presiden no 9 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan kebijakan satu peta,” ujar Yan Megawandi.

“Salah satu kebijakan dari satu peta itu adalah bagaimana kita membuat desain apapun dengan kebijakan skala peta yang semakin jelas, dengan skala perbandingan 1:50.000,” lanjut Yan.

Selanjutnya Yan mengatakan bahwa Bangka Belitung sendiri telah menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah 3-4 tahun lalu dengan perda no 2 tahun 2014 yang dibuat selama kurang lebih empat tahun. Hal Ini merupakan pembahasan yang cukup lama di Bangka Belitung.

Yan pun mengutarakan bahwa Babel juga menghadapi tantangan lainnya. “Yang menjadi tantangan kita kedepan adalah bagaimana membuat zonasi tata ruang pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K). Karena ini sangat kompleks persoalannya tetapi saya kira tekad kita harus melebihi kompleksitas yang ada itu supaya RZWP3K apat diselesaikan tepat waktu, dengan target per 31 Desember 2017,” ujar Yan.

Informasi Geospasial Tematik atau IGT ini merupakan informasi geospasial yang menggambarkan satu atau lebih dari tema tertentu yang dibuat mengacu pada informasi geospasial dasar.

Lebih jauh, Yan Megawandi mengatakan bahwa pendekatan perencanaan pembangunan di provinsi Babel sudah diarahkan kepada pendekatan tematik dalam upaya meningkatkan koordinasi dan sinergi antar sektor yang ada. Ia menjelaskan dengan sebuah contoh pada sektor pariwisata, dimana sektor pariwisata melibatkan sektor-sektor lainnya seperti kehutanan, kelautan, pertanian, transportasi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, keamanan dan lainnya.

“Saya harap dengan adanya data tematik kompilasi seperti ini, maka percepatan pembangunan akan menjadi lebih baik dalam mengambil keputusan untuk kedepannya,” tutup nya.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani / Khalimo
Fotografer: 
Khalimo