Babel Gelar Deklarasi Perangi Narkoba

Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin serius memerangi narkoba. Rencananya, Selasa 5 Mei nanti seluruh unsur di Bangka Belitung menggelar Deklarasi Gerakan Nasional Rehabilitasi 100.000 Penyalagunaan Narkoba Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Deklarasi ini digelar di halaman kantor gubernur bersamaan apel akbar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Roni Rachman Wakil Ketua II Panitia Deklarasi Gerakan Nasional Rehabilitasi 100.000 Penyalagunaan Narkoba tahun 2015 Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, di tingkat nasional kegiatan deklarasi ini telah dilakukan Februari lalu, dan dicanangkan langsung oleh Joko Widodo Presiden RI. Hal ini untuk mengatasi terjadinya peningkatan jumlah pecandu narkoba.

“Kegiatan ini sudah menjadi komitmen mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Sebelumnya hanya sekitar 18.000 pecandu narkoba direhabilitasi. Namun tahun ini ditargetkan dapat merehabilitasi 100.000 pecandu seluruh Indonesia,” kata Roni saat rapat koordinasi di ruang pertemuan Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/4/2015).

Berdasarkan data, jelasnya, terdapat sekitar empat juta penduduk Indonesia menjadi pecandu. Jika pemerintah mampu melakukan rehabilitasi sebanyak 100.000 per tahun, untuk menyelesaikan persoalan ini membutuhkan waktu sekitar 40 tahun. Setiap daerah akan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat untuk melakukan rehabilitasi tersebut.

Lebih jauh Roni menjelaskan, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan rehabilitasi sebanyak 511 pecandu narkoba. Sementara Dinas Kesehatan mendapatkan tugas merehabilitasi 1500 pecandu. Sedangkan Dinas Kesejahteraan Sosial provinsi belum mengetahui berapa jumlah pecandu yang akan ditangani.

Jika Dinas Kesejahteraan Sosial merehabilitasi 1000 pecandu, jumlah total yang harus ditangani sebanyak 2500 orang. Sehingga timbul persoalan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ini. Ia mengatakan, salah satu kendala yaitu, sulitnya mendapatkan pecandu yang ingin direhabilitasi.  Untuk itu, kegiatan sosialisasi menjadi salah satu kunci suksesnya kegiatan. Deklarasi merupakan langkah sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

“Banyaknya jumlah pecandu, membuat Indonesia menyatakan darurat narkoba. Untuk kegiatan deklarasi nanti, minimal diikuti 1500 peserta dari berbagai kalangan. Kalau Dinas Pendidikan sudah dipastikan mengundang anak-anak sekolah dan aparatur di bidang pendidikan,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambut baik kegiatan deklarasi tersebut. Ridwan Sekretaris dinas tersebut mengatakan, pelaksanaan bisa dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tanggal 2 Mei mendatang. Namun karena tanggal tersebut merupakan hari Sabtu, peringatan dilakukan pada tanggal berikutnya. Dinas Pendidikan juga tidak bisa menggelar acara pada Senin 4 Mei, sebab tanggal tersebut merupakan hari pertama siswa SMP melaksanakan ujian nasional.

“Pelaksanaan deklarasi mungkin bisa dilakukan pada Selasa 5 Mei mendatang. Sebab biasanya di hari kedua pelaksanaan ujian sudah tidak sesibuk pada hari pertama digelarnya ujian,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari