Babel Minta Potensi Energi dan Mineral Diteliti

Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) agar melakukan penelitian potensi mineral logam yang terdapat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi tersebut terdiri dari perak, seng, timah, timbal, besi primer, titan placer, monasit, buksit, thorium, uranium dan unsur tanah jarang.

“Untuk jenis sumber daya non logam dan batuan yakni terdiri dari jenis bahan galian seperti pasir kwarsa, pasir bangunan, kaolin, granit dan diabas,” kata Aldan Djalil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Sosialisasi Hasil Kegiatan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Kamis (5/9/2013).

Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan Hotel Aston Soll Marina Pangkalan Baru tersebut. Berbagai instansi kabupaten/kota di se Bangka Belitung menghadiri acara yang dimotori Kementerian ESDM. Bertindak sebagai pemateri yakni Renaldi Adam Kepala Pelayanan Data dan Informasi Kementerian (ESDM) dan Aldan Djalil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita berharap agar Kementerian ESDM melakukan penelitian potensi energi dan sumber daya mineral di Bangka Belitung untuk menambah data dan informasi. Hasilnya dapat disampaikan ke Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” harapnya.

Lebih jauh Aldan menjelaskan, ada lima misi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain, pertama memanfaatkan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Kedua, meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan energi, mineral dan kegeologian. Ketiga, meningkatkan pembinaan pengelolaan dan pengawasan kegiatan pertambangan yang berwawasan lingkungan.

“Misi keempat, meningkatkan pengelolaan industri hilir pertambangan yang kondusif dan berwawasan lingkungan. Adapun yang terakhir yaitu, meningkatkan SDM yang berkualitas dan kompeten di bidang pertambagan dan energi,” katanya.

Sementara Renaldi mengatakan, terdapat Top 10 Produsen Timah Dunia pada tahun 2012 antara lain, Yunnan Tin China, Malaysia Smelting Corporation, Pt Timah Indonesia, Minsur Peru, Thaisarco Thailand, Yunnan Chengfeng China, Guangxi China Tin China, Metalio Chimigue Belgium, EM Vinto Bolivia, Geiju Zi Li China.

“Penyebab turunnya produksi PT Timah disebabkan turunnya harga komoditas timah di sepanjang tahun 2012 yang mencapai rata-rata US$ 22.000/MT,” jelasnya.

Nilai tersebut turun dibandingkan rata-rata harga timah pada tahun 2011 yang mencapai US$ 29.000/MT. Ia menambahkan, turunnya harga timah tersebut membuat perusahaan menahan laju produksi, dan itu menimbulkan persaingan usaha dengan smelter swasta yang membeli timah dari penambang rakyat.

Kegiatan ini juga mengangkat persoalan mengenai peluang dan tantangan dalam penambangan timah. Dikatakan Renaldi, peluang dan tantangan pertama yaitu, terjadi peningkatan nilai tambah timah melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian. Kedua, pemanfaatan potensi mineral jarang terdiri monazite, ilminite, zircon dan xenotim

“Ketiga, adanya pemenuhan kebutuhan energi seperti BBM, listrik dan batubara antrasit yang dibakar untuk mendapatkan gas CO sebagai reduktor dalam proses peleburan bijih timah,” ungkapnya. (adits/rizkyf/an).

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Huzari
Editor: 
Surianto