Bahas Tindaklanjut Kerjasama Pengembangan RSUP IR (CH) Soekarno, Dirut RSCM Audiensi dengan Wagub

Pangkalpinang - Menindaklanjuti perjanjian kerja sama antara rumah sakit umum pusat nasional DR. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung yang tertuang dalam nota kesepahaman No. 440/007.b/RSUD/2017 tanggal 6 Juni 2017 tentang pengembangan pelayanan kesehatan rumah sakit umum daerah DR. (HC) IR.Soekarno di provinsi kepulauan Bangka Belitung, direktur utama    RSCM Jakarta Dr.dr.CH Soejono, SpDp- KGer mengadakan audiensi dengan wakil gubernur kep. Bangka Belitung Abdul Fattha yang turut didampingi oleh direktur RSUP IR.Soekarno yakni Lucia Shinta Silalahi dan kepala dinas kesehatan provinsi kepulauan Bangka Belitung Moelyono Susanto hari ini Selasa (10/08) di ruang kerja wakil gubernur.

Terkait percepatan peningkatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan RSUP, Wagub Abdul Fattah menjelaskan bahwa saat ini RSUP yang dikelola dibawah pemerintah provinsi masih menghadapi beberapa tantangan dan memerlukan bimbingan dari RSCM sebagai pengampu rujukan medik yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam membantu pengelolaan manajemen rumah sakit yang meliputi membangun kemandirian rumah sakit, peningkatan akreditasi rumah sakit provinsi , peningkatan kapasitas SDM di bidang pelayanan kesehatan di rumah sakit provinsi dan terkait formulasi standard operasional dalam pelaksanaan layanan rumah sakit.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh CH Soejono menjelaskan bahwa ada tiga agenda yang dibahas diantaranya terkait penguatan yang dilakukan oleh RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk membina pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh rumah sakit provinsi agar rumah sakit provinsi mampu berperan sebagai rumah sakit rujukan baik di tingkat provinsi maupun regional.

“ Agendanya adalah yang pertama mau menyampaikan komitmen RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional yang mendapat amanah untuk membina terkait pelayanan rumah sakit di provinsi kep. Bangka Belitung, apalagi disini ada dua rumah sakit rujukan yakni rumah sakit rujukan provinsi dan rujukan regional sehingga perlu ada penguatan agar rumah sakit provinsi ini betul-betul mampu berperan sebagai rumah sakit rujukan”, ungkap Soejono.

Kedua, terkait upaya memaksimalkan aset yang ada di Bangka Belitung terkait kesehatan agar bisa mempercepat kemandirian rumah sakit provinsi dalam berperan menyelesaikan persoalan kesehatan sebagai fungsinya sebagai rumah sakit rujukan provinsi dan regional dan sekaligus meningkatkan status akreditasi RSUP dari tipe C menjadi tipe B.

“ Point pembahasan kedua itu tadi dengan bapak wagub adalah bagaimana memaksimalkan aset yang ada di Bangka Belitung ini terkait kesehatan ini agar bisa betul-betul mempercepat kemandirian rumah sakit ini untuk berperan menyelesaikan persoalan-persoalan kesehatan sebagai perannya yakni sebagai rumah sakit rujukan provinsi dan regional, karena disini banyak sekali aset-aset yang bagus tinggal bagaimana di kelola dan di bimbing sehingga akreditasi kelas rumah sakit ini meningkat dan itu tentunya perlu ditunjang oleh mutu pelayanan medis , sdm dan fasilitas medik yang baik’, ungkap Soejono

Ketiga, untuk mensinergikan dukungan komitmen RSCM dengan dukungan pemerintah daerah maupun DPRD dalam upaya meningkatkan peran RSUP sebagai rumah sakit rujukan.

Karna untuk meningkatkan peran rumah sakit ini tidak saja butuh uang namun juga dukungan kebijakan semua pihak baik dari pemerintah daerah dan DPRD hal ini karena kompleksnya manajemen rumah sakit yang harus diurus itu berbagai proses bisnis rumah sakit yang tidak sederhana mulai dari peningkatan kapasitas SDM di bidang pelayanan kesehatan di rumah, sarana dan pra sarana ,dan standard operasional rumah sakit itu sendiri dan tadi pak wagub sangat mendukung pemenuhan agenda kerjasama tadi dan langsung dieksekusi beliau untuk ditindaklanjuti oleh kantor dinas kesehatan dan tentu saja oleh pihak-pihak terkait seperti BKD, BPKP, kementerian keuangan dan kementerian kesehatan”, ungkap Soejono

Lebih jauh, Soejono mengungkapkan bahwa peningkatan standard mutu pelayanan rumah sakit mulai dari peningkatan standard mutu dan penanganan keselamatan pasien yang dilakukan oleh SDM pihak rumah sakit,standard pra sarana dan pra saranan yang ada di rumah sakit, standard pengelolaan obat, standard assessment pasien hal ini harus dipedomani oleh pelaksanan pelayanan di rumah sakit karena faktor ini menentukan akreditasi dari rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, direktur RSUP, Luciana mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh pihak management rumah sakit saat ini adalah dalam memenuhi persyaratan akreditasi rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B dimana untuk meraih akreditasi tersebut ada persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya adalah terkait fasilitas dan kemampuan pelayanan medik di rumah sakit.

“ Kalau ingin menjadi rumah sakit rujukan minimal rumah sakit provinsi harus menjadi kelas B dulu baru kelas A dan untuk meraih itukan ada standar- standard yang harus dipenuhi dan saat ini beberapa persyaratan sudah kami penuhi diantaranya penyediaan medik spesialistik dimana di tahun 2015 itu baru ada satu pelayanan medik spesialis, sekarang ini sudah ada 17 jenis pelayanan medik spesialis dan ini tentunnya masih perlu ditingkatkan, selain itu saat ini kami juga masih membutuhkan sarana dan pra saranan yang memadai, seperti sarana dan pra sarana laudry, instalasi jenazah, dapur bahkan kami belum punya dan masih kami serahkan kepada pihak ketiga jadi kami harapkan kedepannya melalui pertemuan ini bisa di realisasikan dan kami saat ini masih menunggu  masterplan baru untuk menunjang pelayanan medik rumah sakit sehingga dapat meningkarkan kelas akreditasi rumah sakit,  ungkap Luciana.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
stevani
Fotografer: 
stevani