Bangka Belitung Tuan Rumah Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT 2017

PANGKALPINANG - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung direncanakan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT), yang tentunya akan memberi peluang sebagai ajang promosi pariwisata Bangka Belitung, pasalnya dalam kegiatan ini akan melibatkan tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand.

"Ini menjadi peluang bagi Provinsi Bangka Belitung untuk memperkenalkan pariwisatanya ke negara lain seperti Malaysia dan Thailand dan kita juga dapat mempromosikan daerah kita ke sepuluh Gubernur di wilayah Sumatera, untuk itu perlu persiapan yang matang", ungkap Yan Megawandi, Sekda Provinsi Bangka Belitung saat menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT Ke-23 di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Babel, Jum'at (31/03/2017).

IMT GT adalah lembaga yang dibentuk secara khusus oleh tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand yang bertujuan untuk menjalin kerjasama dibidang  ekonomi dan budaya sesuai dengan potensi masing masing negara.

Rapat ini membahas tentang kesiapan Bangka Belitung sebagai tuan tumah, serta menentukan tempat dan waktu pelaksanaan. Adapun  tempat yang ditawarkan adalah Kota Pangkalpinang dan Belitung. IMT-GT ini akan berlangsung selama 4 (empat) hari, untuk waktu pelaksanaan yang ditawarkan yakni tanggal 12 s.d 15 September 2017 dan 26 s.d 29 September 2017.

Menurut Sekda, tempat dan waktu belum dapat ditentukan, semuanya akan diserahkan ke Pemerintah Pusat melalui rapat pemantapan yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 April 2017 mendatang di Kementerian Perekonomian di Jakarta. Untuk itu Sekda meminta agar Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mengusulkan poin-poin kerjasama apa yang akan diajukan pada tangal 5 April mendatang.

"Kita hanya memberikan masukan kepada pusat, jika dilihat dari kesiapan saya rasa Pangkalpinang lebih siap untuk menerima tamu dari negara lain dengan memiliki bandara  yang cukup baik, sekaligus jarak dari bandara ke hotel cukup dekat, selain itu kita juga sudah memiliki hotel bintang lima", Paparnya.

Netty Muharmi, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Tegional Kementerian Perekonomian RI, mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat hampir tidak mengetahui dan menyadari tentang manfaat kerjasama antar ketiga negara ini, salah satu sektor yang dikerjasamakan antara lain menyangkut kelembangan dan pengintegrasian destinasi wisata dengan membangun konektifitas jalur penerbangan lintas tiga negara.

"Banyak masyarakat yang tidak meyadari akan manfaat kerjasama antar tiga negara ini, diantaranya adalah pembebasan fiskal ke Malaysia, adanya jadwal penerbangan langsung dari Aceh ke Malaysia, investasi ke Sumatera, pertukaran perawat dan pertukaran tenaga kerja, artinya banyak kemudahan yang kita dapatkan", ungkap Netty

Ir.Sarjulianto, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambut baik dan berharap kerja sama ini dapat menjadikan Bandara Depati Amir sebagai bandara bertaraf internasional karena menurutnya bandara baru yang dimiliki oleh Provinsi Bangka Belitung sangat representatif dan memiliki landasan pacu yang cukup panjang, sehingga memungkinkan pesawat internasional mendarat di Bandara Depati Amir ini. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Evani
Editor: 
Suci Lestari