Bangun Karakter ASN, Pemimpin Babel Lakukan Kegiatan Selepas Subuh

PANGKALPINANG - Banyak cara yang dilakukan pemimpin Negeri Serumpun Sebalai untuk membangun karakter Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut diantaranya Shalat Subuh berjamah, pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sesudah Shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa Hafidz dan Hafidzah se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Masjid Al-Kamal Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Upacara Bendera Peringatan Hari Bela Negara ke-69 dan Hari Ibu yang ke-89 di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

"Kegiatan ini kita mulai dari Shalat Subuh berjamaah untuk meningkatkan karakter dan ukhwah islamiah ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, saat diwawancarai selepas upacara bendera di halaman kantor Gubernur pada Selasa (19/12/2017) pagi.

Menurut Wagub, tujuan dilakukan kegiatan selepas subuh supaya ASN dapat melaksanakan tugas sesuai dengan norma dan prosedur yang telah ditentukan.

"Pada hari ini telah dilakukan penataan ASN  di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penataan tersebut bertujuan untuk memacu kinerja Organisasi Perangkat Daerah sehingga dapat memberikan daya dorong yang tinggi dalam memacu kinerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Babel," unkap Wakil Gubernur.

Sebelumnya, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-69 dan Hari Ibu ke-89. Melalui Sambutan Presiden RI yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi, nilai bela negara yang pertama yaitu mengenai Cinta Tanah Air. Beberapa indikator cinta tanah air yaitu menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia,  jiwa dan raganya bangga sebagai bangsa Indonesia, jiwa patriotisme terhadap bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara, memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara, dan  bangga menggunakan hasil produk bangsa Indonesia. 

Adapun nilai bela negara yang kedua yaitu rela berkorban untuk bangsa dan negara. Kita dapat menerapkannya dengan cara bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan bangsa dan negara,  siap membela bangsa dan negara dari berbagai macam ancaman, berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu sesama warga negara yang mengalami kesulitan serta yaakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan negaranya tidak sia-sia. 

Semangat bela negara akan menjadi kekuatan yang maha dasyat apabila diikat dalam tali persatuan Indonesia.
"Untuk itu, saya mengajak semua elemen bangsa untuk membangun kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan bangsa ke depan. Mari kita bangun sinergi antar warga bangsa. Walaupun kita berbeda-beda dari latar belakang profesi, suku, agama maupun golongan, tetapi tetap bisa satu dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan. Mari kita jalin kerjasama antar daerah untuk mewujudkan kemajuan bersama," kata Sekda.

Menurut Sekda kita perlu memperkokoh persatuan dalam kemajemukan. Kemajemukan bangsa bukanlah halangan untuk mewujudkan semangat bela negara. Kebhinneka Tunggal-ikaan justru akan dapat memperkuat rasa kecintaan pada bangsa dan negara.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Evani