Bappeda Bahas Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2019

Pangkalpinang – Badan Pembangunan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan rapat untuk membahas kerangka umum Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahun 2019 untuk menyamakan persepsi bersama sebagai tim penyusun. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Joko Triadi di ruang rapat lantai dua kantor Bappeda pada Selasa (19/11/2017).

Joko Triadi mengungkapkan bahwa perlu dibentuk tim khusus untuk harmonisasi dalam pembahasan RKPD tersebut. “Karena kalau nanti langsung kita satukan takutnya nanti tidak nyambung, memang ada satu tim khusus untuk melakukan harmonisasi berdasarkan Bab-bab yang ada di RKPD,” ungkapnya.

Dalam paparan singkatnya pada rapat tersebut, Joko Triadi menyebutkan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi diukur berdasarkan ADHK (Atas Dasar Harga Konstan), Joko optimis dengan perkembangan ekonomi di Bangka Belitung.

“Saya cukup optimis, mudahan-mudahan pertumbuhan ekonomi kita dapat diatas 5 persen. Untuk inflasi masih fluktuatif disetiap tahunnya, pada tahun 2016 kita di posisi 7,78 persen, namun tahun ini Insya Allah bisa bagus,” ujarnya.

Untuk jumlah usaha dan tenaga kerja lapangan usaha, Joko menyampaikan hal tersebut dapat dilihat dari distribusi tenaga kerja pada masing-masing sektor, kemudian agar dapat digunakan sebagai rumusan suatu kebijakan.

Pada tingkat pengangguran yang ada di Bangka Belitung, Ia menyebutkan pada tahun 2015 sebanyak 6,29 persen, dan mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2016 menjadi sekitar 2,6 persen. Namun pada bulan maret 2017 tercatat kembali naik menjadi 3,78 persen.

“Jumlah fluktuatif ini terjadi mungkin ada kaitannya dengan distribusi tenaga kerja di masing-masing sektor,” terangnya.

Namun walau begitu, untuk tingkat kemiskinan se-Indonesia, Joko menyampaikan bahwa posisi Bangka Belitung masih berada di peringkat ke-empat terendah.

Dalam hal pendidikan, Joko menyebutkan bahwa pendidikan melek huruf usia 15 tahun di Bangka Belitung sebanyak 97,66 persen, dan yang terendah di Bangka Barat, “Berarti nanti intervensi pendidikan akan lebih banyak di Bangka Barat,” ujarnya.

Diharapkan dengan proses penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2019 dapat mewujudkan visi RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017-202 yaitu Babel Sejahtera, Provinsi Maju dan Unggul Di Bidang Inovasi, Agropolitan dan Bahari, Dengan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang Efisien dan Cepat, Berbasis Teknologi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo