Beltim Dominasi Pemenang Gita Bahana

PANGKALPINANG – Peserta asal Manggar Kabupaten Belitung Timur mendominasi juara pada Audisi Gita Bahana Nusantara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018, di Bangka City Hotel, Rabu (2/5/2018).

Keempat juara 1 untuk setiap jenis suara, yakni Michele Angelina S untuk sopran, Lucia Ratih Puspita untuk alto, Indra untuk tenor, dan M. Maulana Ajalun untuk bass.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Zuardi berpesan kepada para pemenang untuk tetap rendah hati dan selalu berlatih.

“Kami mengucapkan selamat kepada semua pemenang dan juga yang belum berkesempatan mendapatkan juara. Bagi para juara, tetap lah rendah hati dan rajin-rajin lah berlatih menempa diri agar semakin baik mengolah vokal,” kata Zuardi saat menutup acara.

Setelah memenangkan audisi, keempat juara akan ke Jakarta untuk mengikuti karantina Paduan Suara Gita Bahana Nusantara, mulai 1 hingga 19 Agustus 2018. Paduan suara Gita Bahana Nusantara akan tampil pada Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka dan pada saat Pidato Kenegaraan Presiden di gedung DPR/MPR.

Berkaitan hal tersebut, Zuardi berharap lulusan Audisi Gita Bahana Nusantara Babel dapat terus meningkatkan kualitasnya.

“Kita berharap bahwa lulusan Audisi Gita Bahana Nusantara Bangka Belitung, setiap tahun dapat terus meningkat kualitasnya,” harap Zuardi.

Pada audisi tarik suara ini, tidak hanya mengandalkan kemampuan bernyanyi semata. Namun pengolahan suara sesuai dengan format paduan suara yang masuk dalam kategori musik klasik, harus lah disiplin.

Hal ini disampaikan Andi Khaerudin, salah satu dewan juri sesaat sebelum mengumumkan nama-nama pemenang.

“Paduan suara lebih cenderung kepada musik klasik yang sangat disiplin sekali. Dalam artian, dalam menyanyikannya harus benar-benar sesuai dengan nada, tidak boleh kurang atau lebih, apalagi berimprovisasi. Jadi, mampu bernyanyi saja tidak lah cukup, tapi harus memahami aturan dalam bernyanyi paduan suara,” sampainya.

Untuk para peserta, Andi mengatakan bahwa mampu membaca not angka sangat diperlukan dalam bernyanyi.

“Masih ada peserta yang belum lancar membaca not angka. Hal ini sebenarnya mudah. Sama halnya dengan ketika kita bisa membaca atau pun mengaji. Ini sangat dibutuhkan dalam tarik suara,” ucapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)
Fotografer: 
Rafiq Elzan
Editor: 
Mamaq