Bertahap Memperbaiki Fungsi Kolong, Sampah dan Sedimen Masih jadi Masalah

PANGKALPINANG -- Secara bertahap pemerintah pusat hingga pemerintah daerah melakukan perbaikan fungsi kolong. Sementara ini sampah dan sedimen masih menjadi permasalahan yang dihadapi ketika ingin menata kolong dan daerah aliran sungai. Pemerintah sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat mengatasi masalah ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kondisi kolong pada umumnya tidak terpelihara dengan baik, atau tepatnya belum dikelola secara baik dan maksimal. Pasalnya masih terdapat masyarakat menjadikan kolong sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

"Pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kota telah mencoba berbuat semaksimal mungkin untuk memperbaiki kondisi tersebut," kata Kadis PU Noviar saat dihubungi melalui whatapps, Sabtu (5/5/2018).

Lebih jauh Kadis PU Noviar menjelaskan, setelah beberapa upaya yang dilakukan pemerintah berdampak adanya sedikit perubahan di beberapa tempat. Namun semua usaha dan kerja pemerintah tidak akan membuahkan hasil maksimal jika tidak ada bantuan, upaya dan peran masyarakat.

Penataan akan berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat, jika seluruh masyarakat dan pihak terkait mau mengambil peran masing-masing. Menurut Kadis PU Noviar, keberadaan kolong sekarang ini masih belum berfungsi layaknya kolong, khususnya bagi kepentingan pengendalian banjir.

"Kapasitas kolong untuk menampung dan menahan air jauh berkurang. Kondisi ini diakibatkan adanya sampah, sedimen dan perluasan pemukiman. Masih ada masyarakat kita membuang sampah di kolong. Kendati demikian, pemerintah akan terus melakukan penataan lebih lanjut," tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra