Bertani Bentuk Kearifan Lokal

Belinyu – Bertani merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Kabupaten Bangka. Pasalnya kehidupan kakek dan nenek masyarakat di kabupaten ini sebagai petani dan nelayan. Untuk itu, kearifan lokal tersebut wajib dipertahankan. Selain itu pengembangan sektor pertanian menjadi visi misi Kabupaten Bangka.

Rustamsyah Wakil Bupati Bangka mengatakan, kearifan lokal masyarakat Kabupaten Bangka sebagai petani harus dipertahankan. Untuk mempertahankan kearifan lokal harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan seperti leluhur.

“Masyarakat di Kabupaten Bangka bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Ini sudah sesuai dengan visi misi kami, dan harus kita wujudkan bersama,” tegasnya saat acara Temu Tani di Dusun Bukit Tulang, Desa Riding Panjang, Belinyu Kabupaten Bangka, Senin (11/05/2015).

Penyuluh memiliki peran strategis mencapai swasembada pangan. Wabup mengingatkan peran penyuluh begitu besar. Sebab penyuluh harus mampu menjalankan komunikasi yang baik dengan petani, sehingga pengetahuan teknis pertanian bisa ditransfer kepada petani dengan baik.

Namun banyak kendala mewujudkan swasembada pangan. Ia menjelaskan, salah satu kendala yaitu sulitnya membina, mengubah budaya dan pola pikir petani. Gabungan kelompok tani (gapoktan) hendaknya dapat menyusun program sesuai kebutuhan, mulai perencanaan yang terintegrasi. Sehingga program kelompok tani bisa terakomodir dalam APBD.

"Mari sekarang kita sama-sama menjadi petani yang mampu mengolah lahan pertanian dengan baik," ajaknya.

Petani harus pandai menjaga lahan, jangan sampai menjual lahan untuk kepentingan sesaat. Wabup menegaskan, jika diolah secara baik lahan merupakan aset yang mampu membuat masyarakat sejahtera. Program swasembada dan ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama. Program ini memiliki peran cukup besar, dan TNI memiliki tugas membina petani.

"Terima dengan baik anggota TNI yang berkunjung ke desa. Camat dan kades wajib hukumnya menyukseskan program nasional ini. Karena swasembada pangan kunci mutlak suksesnya pembangunan," ujarnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra