BPOM Pangkalpinang Musnahkan Rp 1,4 Miliar Obat Dan Makanan Ilegal

Pangkalpinang - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang memusnahkan obat dan makanan dengan nilai kurang lebih 1,4 miliar rupiah. Pemusnahan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir Parit 6 Bacang dengan cara dilindas oleh alat berat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM
Pangkalpinang, Rossy Hertati saat konfernsi pers pemusnaan produk dan makanan illegal di halaman
Kantor BPOM Pangkalpinang pada Jumat (08/12/2017).

Produk yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan BPOM selama tahun 2017 sebanyak
429 item (3355), sedangkan produk hasil penyelidikan selama tahun 2015 sampai dengan 2017 yang dilakukan
pro-justia sebanyak 313 item (523.143) yang terdiri dari obat tradisional dan kosmetik illegal, obat obat
tanpa keahlian kewenangan.

“Pemusnahan ini dilakukan secara simbolis dengan pelepasan truk pengangkut barang sitaan
sebanyak 7 truk. Selain pemusnahan terhadap produk tersebut, BPOM juga mengenakan sanksi pidana kepada
pelaku dengan ancaman pidana paling tinggi 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 Miliar sesuai
dengan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan," ungkap
Rossy.

Rossy menyatakan kejahatan pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusian karena beresiko membahayakan kesehatan terutama untuk kelompok masyarakat dengan penyakit yang sedang membutuhkan pengobatan, bayi, anak kecil ataupun orang tua.

Oleh sebab itu, BPOM menghimbau kepada pelaku usaha untuk mentaaati peraturan perundang-undangan
yang berlaku dalam menjalankan usahanya. Selain itu BPOM terus melakukan pengawalan peredaran obat dan
makanan melalui pengawasan yang dilakukan secara komprehensif, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, sampling serta pengujian laboratorium untuk mendeteksi obat dan makanan tanpa izin edar, mengandung bahan berbahaya serta obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat.

“Pengawasan makanan dan obat bertujuan untuk melindungi masyarakat dari resiko perdaran oabat, makanan, kosmetika dan obat tradisional yang tidak memiliki persyaratan mutu, khasiat dan keamanan," jelas Rossy.

Rossy berharap masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas, dengan melaporkan hal hal yang
mencurigakan terkait peredaran obat dan makanan. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan dapat menghubungi Contac Center HALOBPOM di nomor telpon 1 500 533, email halobpom@pom.go.id, atau unit layanan pengaduan konsumen BPOM di seluruh Indonesia. Dan husus untuk BPOM di Pangkalpinang dapat menghubungi di telephon 0717 434705, Whatsapp 081279299984 atau email bpompp@gmail.com dan
bpompp@yahoo.com.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Haryoso, menyatakan pemerintah bertanggung jawab dalam merencanakan, mengatur, menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat.

“Obat dan makanan menjadi produk vital dalam kaitannya dengan kesehatan, oleh karena itu pengawasan terhadap obat dan makanan sangat diperlukan," ungkap Haryoso.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Evani