BPS : PDRB Babel Triwulan I Capai 17 Triliun, IPM Meningkat 0,5 Poin

PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar konferensi Pers Berita Resmi Statistik di Kantor BPS pada hari Jum'at (5/5/2017). Dimana materi yang disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Babel Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, terkait pertumbuhan ekonomi di Babel, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan juga ketenaga kerjaan.

Dalam hal pertumbuhan ekonomi, Darwis menyampaikan bahwa perekonomian kepulauan Bangka Belitung triwulan 1 – 2017 ini, diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB), mencapai Rp. 17.064 miliar. Bila dibandingkan dengan triwulan 1 – 2016 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,42%. Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) hanya tumbuh 0,15%.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi kepulauan Bangka Belitung triwulan 1-2017, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,36%, yang diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, kemudian reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,06%,” terang Darwis.

Kemudian, dalam Indeks Pembangunan Manusia, terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya IPM kepulauan Bangka Belitung. Pada tahun 2016, IPM kepulauan Bangka Belitung telah mencapai 69,55. Angka ini meningkat sebesar 0,50 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang memiliki nilai 69,05.

IPM ini merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

“Angka Harapan Hidup saat lahir yang mempresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2016, kepulauan Bangka Belitung telah berhasil meningkatkan Angka Harapan Hidup saat lahir sebesar 0,77 tahun. Selama periode tersebut, secara rata-rata Angka Harapan Hidup tumbuh sebesar 0,18% per tahun. Dimana pada tahun 2010, Angka Harapan Hidup saat lahir di kepulauan Bangka Belitung hanya sebesar 69,15 tahun, pada tahun 2016 telah mencapai 69,92 tahun,” jelasnya.

Selanjutnya pada struktur ketenagakerjaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Februari 2017 memiliki pola yang berbeda dengan periode sebelumnya. Pada bulan Februari 2017, jumlah angkatan kerja mencapai 728.489 orang, bertambah sebanyak 23.316 orang dibandingkan keadaan pada Agustus 2016.

Struktur penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama selama periode Agustus 2016 sampai dengan Februari 2017 menunjukkan adanya pola perubahan pada masing-masing sektornya.

“Sektor primer yang terdiri dari sektor pertanian dan pertambangan menjadi sektor ekonomi yang memberikan kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja terbesar pada Februari 2017 terjadi pada sektor pertanian yaitu sebesar 33,57%, relatif stabil dibanding kondisi Agustus 2016 yaitu sebesar 32,13%,” tutupnya.(K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Khalimo Tabarani