BRI Apresiasi Gagasan Gubernur Soal Berkah Mart

PANGKALPINANG – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyambut baik gagasan dari Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung mendirikan Berkah Mart untuk memperkuat ekonomi pedesaan. Apresiasi pun diberikan BRI kepada penggagas Berkah Mart, Erzaldi Rosman, yang merupakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mempunyai gagasan Berkah Mart ini untuk membangun desa. Kita tentu ingin gagasan ini bisa diwudkan dan berjalan sukses,” kata Kepala Kanwil BRI Palembang, I Wayan Narta di Badan Diklat Pemprov Babel, Senin (5/11/2018).

Wayan menilai, jika Berkah Mart dikelola  oleh BUMDes secara profesional, maka akan memberikan pengaruh dalam pembangunan perekonomian desa setempat dan perekonomian Babel di masa yang akan datang.

“Berkah Mart ini sangat bagus untuk membangun ekonomi masyarakat Babel ke depan. Sebab membangun desa tentu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, tapi harus secara bersama termasuk pihak perusahaan. Untuk itu lah mengapa kami sangat mendukung dan ingin bekerjasama melalui Berkah Mart ini,” kata Wayan.

Ia menilai, pembangunan perekonomian memang dimulai dari tingkat perdesaan sehingga secara bersimultan dan berjenjang kan memperkuat tingkat pemerintahan di atasnya. “Kalau bangun desanya kuat, maka kecamatan pun kuat. Selanjutnya jika di tataran kecamatan kuat, maka kabupaten pun kuat. Apabila kabupaten kuat, maka provinsi pun kuat dan provinsi kuat, maka negara pun kuat,” paparnya.

Ia berharap Berkah Mart yang digagas oleh Gubernur ini bisa menjadi barokah dan bisa menjadi contoh bagi provinsi lainnya sehingga akan berdiri Berkah Mart di desa-desa yang ada di Indonesia. “Saya berharap Berkah Mart ini jadi inkubiasi dulu. Jadi contoh dulu. Jika Berkah Mart berhasil, maka akan banyak orang ke Babel untuk belajar,” katanya.

Sementara itu Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa Berkah Mart merupakan program pertama dan belum ada di desa lainnya di Indonesia. Dikatakan Gubernur harga barang yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga toko yang ada.

“Barang yang ada di Berkah Mart tidak lagi dari pabrik ke distributor besar, kemudian dari distributor besar ke distributor kecil, dari distributor kecil ke agen, kemudian dari agen ke supplier, dan dari supplier ke pedagang, dan dari pedagang ke pembeli. Barang yang ada di Berkah Mart  polanya didatangkan dari pabrik ke gudang besar, dan dari gudang besar langsung ke Berkah Mart Desa,” papar Gubernur.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Mamaq
Editor: 
Mamaq