Budiman Ginting : KEK Pariwisata Bangka Dan Bangka Tengah Akan Terintegrasi

PANGKALPINANG – Pada beberapa waktu lalu Sekretaris Dewan KEK nasional mengatakan bahwa di Bangka ini memiliki potensi, tetapi ada beberapa syarat yang harus terpenuhi. Untuk itu kelanjutan pembahasan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata yang di koordinir oleh Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari Senin (19/06/2017) ini digelar di ruang rapat kantor Bappeda.

Tampak hadir Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Babel Dr. Ir. Budiman Ginting, Sekda Bangka Fery Insani, dan juga para pejabat dilingkungan Provinsi.

Pembahasan KEK ini merupakan Pertemuan dua kabupaten yang mengusulkan kawasan ekonomi khusus pariwisata Bangka dan Bangka Tengah. Dimana akan ada dua cluster yaitu Tanjung Gunung dan cluster Sungailiat. Budiman Ginting berharap kesepakatan KEK ini dapat segera terwujud dengan kesepakatan yang terintegrasi.

“Karena ini antara dua kabupaten/kota maka provinsi yang akan mengkoordinir. Seperti koordinir dalam pemenuhan beberapa persyaratan yang berupa teknis-teknis persyaratan,” ujar Budiman.

Ia pun berharap dalam waktu dekat yang diperkirakan di bulan Desember sudah lengkap semua sehingga dapat diusulkan di dewan KEK Nasional untuk ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

“Karena di Bangka dua kawasan ini berdekatan lokasinya, maka kami ada ide kenapa tidak ditumbuhkan satu saja untuk diperkuat tetapi tanpa mengurangi hak masing-masing daerah. Supaya lebih cepat maka akan di koordinir oleh provinsi sesuai dengan kewenangannya.” jelas Budiman.

Dalam kesempatan yang sama Fery Insani mengungkapkan bahwa kabupaten Bangka sudah siap dan mengikuti perintah Gubernur apabila harus terintegrasi. Ia pun sempat menyinggung mengenai konsorsium. “Cuma untuk masalah konsorsium kan bisnis to bisnis, maka tidak baik kalau pemerintah mengintervensi pasar. Saya harap nanti tidak ada hambatan,” ucap Fery.

Selain itu Fery Insani juga mengatakan untuk pemberian nama termasuk hal yang penting. “Karena nama pun menjadi pengaruh untuk mempopulerkan kawasan ekonomi khusus.” tutupnya. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Stevani