Calon Komisioner KID Ikut Psikotes

PANGKALPINANG - Calon komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/9/2013) mengikuti psikotes. Kegiatan di Hotel Bangka City tersebut diikuti 22 calon komisioner yang lulus tes potensi akademik.

Sebelum pelaksanaan psikotes, Arka'a Wakil Panitia Seleksi KID Bangka Belitung mengharapkan agar calon komisioner mengerjakan soal psikotes ini dengan baik dan benar. Kerjakan soal yang diketahui terlebih dahulu, sebab itu dapat menghemat dan mempercepat waktu pengisian soal.

"Pengerjaan soal dilakukan sampai selesai, jangan ragu ketika mengisi soal. Setelah mengikuti psikotes, esok hari peserta akan mengikuti tes wawancara. Tes wawancara dilakukan langsung oleh panitia seleksi," jelasnya di hadapan calon komisioner yang mengikuti psikotes, Senin (23/9/2013).

Lebih jauh Arka'a mengatakan, dengan mengikuti rangkaian tes rekrutmen komisioner ini, diharapkan nantinya dapat menghasilkan anggota komisioner yang berkompeten di bidangnya. Tentunya dalam bidang informasi dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi.

"Dalam melaksanakan psikotes, panitia seleksi menggunakan jasa tim psikotes dari Polda. Tes ini akan menyita banyak energi peserta. Selamat mengerjakan soal, kerjakanlah sampai selesai," kata Arka'a.

Pernyataan senada disampaikan Marwan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan, nilai tes potensi akademik peserta di atas standar. Sehingga tidak ada peserta yang gagal, dan semuanya berhak mengikuti psikotes.

Usai mengikuti tes ini, peserta kembali mengikuti tes wawancara. Psikotes dan tes wawancara ini sebagai penentu calon komisioner untuk mengikuti fit and propertes oleh DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Semua peserta lulus tes potensi akademik, jadi semua peserta pintar. Tes wawancara dilakukan untuk mengetahui penguasaan terhadap informasi dan kelembagaan KID," tegasnya.

Jika lembaga KID telah terbentuk, Marwan berharap komisionernya dapat melaksanakan tugas memfasilitasi dan menyelesaikan sengketa terkait persoalan informasi. Masih banyak masyarakat belum mengetahui informasi, padahal semestinya menjadi hak masyarakat untuk mengetahuinya.

"KID harus dapat menjembatani masyarakat dalam memperoleh informasi. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau lembaga, instansi yang menggunakan dan mengelola keuangan publik harus memberikan informasi yang diperlukan publik," ungkapnya.

Sementara Jarot salah seorang tim psikotes menjelaskan, terdapat tiga item psikotes. Item pertama yakni kemampuan analisa, kedua kepribadian dan pola kerja. Sedangkan item ketiga mengenai sikap kerja, terutama jika menghadapi persoalan, dan kemampuan mengatasi stress. Adapun aspek penilaian sebanyak 15 poin.

"Nilai psikotes akan kami serahkan kepada panitia seleksi. Ketika mengisi soal percayalah pada diri sendiri, karena ini terkait dengan potensi diri. Waktu pengerjaan soal disesuaikan dengan kemampuan
peserta," jelasnya.(hzr/adit/an

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari