Darlan: Bersama Pecahkan Permasalahan Stunting

Pangkalpinang -Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya untuk menangani permasalahan Stunting. Menurut Asisten Setda Babel Bidang Admistrasi Umum, Darlan, Stunting perlu pecahkan bersama  dan dilakukan dengan lintas sektor. 
 
"Sungguh ironi, Stunting terjadi di daerah yang subur, makmur dan kaya, ini yang harus kita pecahkan bersama dan lintas sektor," ungkap Darlan pada saat Rapat Koordinasi Rencana Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi di ruang rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Senin, (01/07).
 
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
 
Menurut Darlan ada beberapa faktor penyebab Stunting, diantaranya faktor ibu, pola asuh dan menikah di usia dini. "Ini jadi perhatian kita, terutama di usia emas, dari lahir sampai dengan balita, itu yang menentukan, ini yang menjadi  tugas kita bersama dalam mencegah Stunting," ungkapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Harri Mustari dari Perwakilan BPKP Provinsi Bangka Belitung mengatakan, Pemerintah Daerah perlu menyusun strategi yang melibatkan pemangku kepentingan dalam pencegahan Stunting.
 
Hal tersebut disampaikan Harri Mustari pada saat memaparkan hasil evaluasi yang dilakukan Perwakilan BPKP Provinsi Bangka Belitung terkait program Stunting dengan uji petik Kabupaten Bangka Barat.
 
"Pencegahan Stunting bukan hanya domainnya Pemerintah, dapat juga melibatkan stakeholder lainnya, seperti sektor swasta, masyarakat madani, maupun masyarakat lainnya," pungkasnya.
 
Saat Rakor, hadir Pemerintah Kabupatan/Kota dan Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Kep. Babel. Serta diisi dengan pemaparan dari Harri Mustari dari Perwakilan BPKP Provinsi Bangka Belitung dan Desrates Iskandar, Koordinator Regional Sumatera Bangda Kemendagri, serta paparan dari Kabupaten/Kota terkait program pencegahan Stunting.
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Fitra