Deflasi Pangkalpinang 0,89 Persen

Pangkalpinang - Berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya September ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,89 persen. Padahal hampir di setiap bulan tahun ini, Pangkalpinang kerapkali mengalami inflasi.

Contohnya saja, Agustus lalu BPS mendata inflasi Pangkalpinang sebesar 0,15 persen. Menurut keterangan Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, deflasi di Kota Pangkalpinang terjadi dikarenakan adanya penurunan indeks tiga kelompok pengeluaran. Tiga kelompok tersebut di antaranya, kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,44 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,15 persen.

"Sedangkan kelompok ketiga yakni, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 7,32 persen," jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Jalan Pulau Bangka, Komplek Perkantoran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Senin (1/10/2013).

Sementara untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen. Tak hanya kelompok ini yang mengalami kenaikan. Ia menambahkan, kenaikan senilai 1,52 persen juga terjadi pada kelompok sandang. Untuk kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 1,19 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,14 persen.

Komoditi yang memberi andil terjadinya inflasi yaitu ikan selar dengan kontribusi 0,220 persen. Dikatakannya, andil komoditi ikan kerisi sebesar 0,192 persen, daging ayam ras 0,137 persen, ikan kembung 0,131 persen, ikan dencis 0,125 persen, ikan tongkol 0,076 persen, ikan singkur 0,061 persen, ikan pari 0,059 persen, emas perhiasan 0,055 persen dan ikan hapau 0,054 persen.

Sebaliknya jenis barang/jasa yang memberi andil deflasi antara lain, bawang merah mencapai 0,937 persen. Menurut Herum, sedangkan andil deflasi jenis angkutan udara sebesar 0,920 persen, lengkuas 0,180 persen, cabe merah 0,133 persen, cabe rawit 0,129 persen, bawang putih 0,057 persen, minyak goreng 0,038 persen, wortel dan ikan tenggiri masing-masing 0,033 persen. Sedangkan komoditi tulang sapi memberi andil inflasi 0,029 persen.

"Laju inflasi Kota Pangkalpinang tahun kalender Januari hingga September 2013 sebesar 8,16 persen. Sementara year on year September 2012 terhadap September 2013 sebesar 7,35 persen," paparnya.(hzr/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari