Desa Berlomba Mendapat Predikat Mandiri

Bangka Barat – Sedikitnya terdapat delapan indikator ditetapkan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menyandang predikat sebagai Desa Mandiri. Hari ini, Rabu (20/5/2015) Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat terpilih menjadi target monitoring tim penilai.

Syarifudin Kepala BPMPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, ada delapan indikator penilaian untuk menetapkan suatu desa, kelurahan menjadi layak atau tidak layak dikategorikan sebagai desa berdaya. Contohnya melihat unsur kesehatan masyarakat, sektor ekonomi, partisipasi, lembaga kemasyarakatan, unsur pemerintahan, pemberdayaan kaum perempuan dan kondisi keamanan desa.

Pemerintah telah menganggarkan dana desa bersumber dari APBN sebagai upaya mendukung terwujudnya program desa berdaya dan mandiri. Ia berharap, keberadaan dana desa bergulir hendaknya dapat dikelola untuk memajukan kehidupan masyarakat desa. Selain itu dapat menumbuhkembangkan desa mandiri dan berdaya melalui program lomba desa dan kelurahan dengan cara mengevaluasi kondisi desa.

“Fokus kegiatan hari ini untuk melakukan monitoring dan penilaian kepada sejumlah desa yang akan ditetapkan sebagai desa berdaya mandiri,” ungkapnya usai membuka secara resmi kegiatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa dan Kelurahan di Desa Buyan Kelumbi, Rabu (20/5/2015).

Desa Buyan Kelumbi merupakan lokasi peninjauan keempat. Syarifudin menjelaskan, sebelumnya telah meninjau desa dan kelurahan di Kabupaten Belitung, Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka. Minggu depan dilanjutkan meninjau ke Bangka Selatan, dan di bulan Juni ke desa di wilayah Kabupaten Belitung Timur.

“Peninjauan dan pelaksanaan penilaian desa di tujuh kabupaten/kota se Bangka Belitung,” ungkapnya.

Berharap Menjadi Pemenang

Desa Buyan Kelumbi merupakan salah satu dari 60 desa di Kabupaten Bangka Barat. Terdapat sekitar 391 kepala keluarga dengan jumlah total penduduk 1350 jiwa berdomisili di daerah ini. Umumnya masyarakat desa bermata pencaharian utama di sektor perkebunan dengan hasil utama lada, karet dan kelapa sawit.

Sejak tahun 2011, TNI AD bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Barat telah membina warga Desa Buyan Kelumbi menggarap sektor pertanian. Erlan Sekdes Desa Buyan Kelumbi mengatakan, saat ini sudah dibuka lahan pertanian seluas 150 hektare. Namun ekonomi warga sedang lesu, karena turunnya harga-harga komoditi perkebunan.

“Hasil pertanian yang dikelola, minimal beras dan sayur mayur kami tidak membeli,” ungkap Erlan.

Menyinggung mengenai pelayanan di bidang kesehatan, jelas Erlan, saat ini telah memiliki layanan poliklinik desa dengan tenaga medis dua orang bidan. Keberadaan poliklinik tersebut telah membantu mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bebas kematian bayi. Dukun beranak di desa ini sudah bekerja sama dengan bidan membantu ibu melahirkan.

Cukup banyak prestasi telah diraih Desa Buyan Kelumbi. Menurut Erlan, Desa Buyan Kelumbi pernah menjadi pemenang lomba pola pola hidup bersih sehat (PHBS), lomba menanam tanaman obat (toba), lomba desa dan lomba PKK.

“Kita berharap menjadi juara lomba desa hari ini,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Imelda Ginting
Editor: 
Huzari