Dinas DP3ACSKB Adakan Advokasi Perlindungan Anak dan Perempuan

PANGKALPINANG – Para pemerhati anak dan perempuan dari lintas profesi  yang tergabung dalam Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bangka Belitung mendapatkan pelatihan advokasi yang diselenggarkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pelatihan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika Bangka, Selasa (9/10/2018) menghadirkan narasumber diantaranya Kepala Bidang Partisipasi Dunia Usaha Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak RI Santi Herlina Zainab dan Faisal Cakra Buana dari Divisi Advokasi Hak-hak Anak Yayasan Bahtera.

Menurut Zainab, pelatihan advokasi ini penting dilaksanakan karena rentanya kekerasan yang terjadi kepada perempuan dan anak. Untuk itu perlu kerja sama yang sinergis antara pemerintah dengan aktivis perempuan dan anak dalam mencegah dan menanggunglangi tindak kekerasan kepada anak dan perempuan.  Pelatihan ini juga difokuskan pada upaya memformulasikan dan menyinergikan langkah startegis terkait perlindungan dan pemenuhan hak anak yang dilakukan oleh pemerintah dan forum pemerhati anak dan perempuan yang tergabung dalam forum PUSPA Daerah.

“Kami mengadakan pertemuan ini sebagai advokasi bagi pemerhati perempuan dan anak yang terabung dalam Forum PUSPA karena kami (red: pemerintah ) tidak bisa bekerja sendiri dalam mencegah, merehabilitasi, dan menangulangi tindak kekerasan pada anak. Dengan adanya kolaborasi dan sinergi program antara pemerintah dengan para pemerhati anak dan perempuan yang tergabung dalam wadah forum  PUSPA dimana yang angotanya berasal dari lintas profesi ini dapat membantu untuk mencegah tindak kekerasan sekaligus pemulihan dan perlindungan bagi korban kekerasan pada anak dan perempuan,” ungkap Santi.

Dia menambahkan, pola advokasi difokuskan mengenai perlindungan anak mencakup  pencegahan dan perlindungan anak dari semua tindak kekerasan serta penanganan dan  perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan. Advokasi dimaksdkan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi para pemerhati anak dan perempuan tentang startegi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada anak yang.

“Partisipasi masyarakat seperti yang tergabung dalam forum PUSPA sangat penting karena mereka secara langsung menangani dan berhadapan dengan permasalahan tersebut, jadi advokasi ini untuk pembekalan bagaimana cara penanganan baik pencegahan dan rehabilitasi para anak korban tindak kekerasan,” kata Santi.

Adapun advokasi mengenai pencegahan dan perlindungan anak siang itu melalui perumusan startegi cara pola asuh anak serta mengenai serta terkait startegi membangun kerjasama dan dukungan masyarakat terkait perlindungan anak dari tindak kekerasan maupun dalam penanganan rehabilitasi  anak korban kekerasan. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Editor: 
Mamaq