Dinas Kesehatan Gelar Advokasi dan Koordinasi Lintas Program

PANGKALAN BARU – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar kegiatan Advokasi dan Koordinasi Lintas Program/Lintas Sektor Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Hotel Novotel Bangka Tengah, Kamis (05/04/2018). Kegiatan ini untuk menyingkapi semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang  dikalangan anak dan remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto, mengatakan, Kegiatan Advokasi dan Koordinasi Lintas Program bersama Kementerian Kesehatan RI ini dilaksanakan sebagai antisipasi dini dan pencegahan terkait maraknya penggunaan narkoba dan obat terlarang oleh anak dan remaja. Jika tidak diantisipasi sejak dini, maka afek dari penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang akan merusaka jiwa dan kesehatan anak dan remaja.

“Kesehatan jiwa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan anak dan remaja di sekolah serta mereka juga sebagai sumber daya manusia yang sangat potensial bagi pembangunan bangsa,” kata Mulyono.

Untuk itu lanjut Mulyono, tanggung jawab dalam menjaga kesehatan jiwa anak dan remaja ini agar tidak rusak akibat narkoba dan obat menjadi kerja bersama semua pihak. Selain itu Mulyono berharap masalah emosi dan perilaku yang berisiko pada anak dan remaja dapat diatasi dengan bantuan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Remaja dituntut untuk bisa beradaptasi dan tidak semua remaja mampu mengatasinya masalah yang dihadapinya sehingga banyak yang stres. Apabila tidak dikenali dan dikelola, stres ini dapat berkepanjangan sehingga mengakibatkan masalah emosional dan perilaku yang berisiko, antara lain merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, penggunaan zat terlarang, serta perkelahian pelajar,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadri perwakilan dari Kanwil Kemeterian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua Usaha Kesehatan Sekolah, Koordinator Musyawarah Guru Bimbingan Konseling, serta perwakilan dari perkumpulan guru madrasah Bangka Belitung.

Sementara Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hamdani, berharap, masalah penyalahgunaan obat terlarang pada siswa sekolah harus menjadi perhatian bersama.

“Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota berusaha melakukan berbagai upaya pencegahan dengan berusaha memaparkan masalah ini secara dini di lingkungan sekolah. Kami memberikan sosialisasi dengan menyebarkan leaflet di sekolah,” katanya.

Selain itu kata Hamdani, Dinas Pendidikan  bekerja sama dengan BNN, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Disnaker terusa melakukan advokasi terhadap siswa korban penyalahgunaan narkoba. “Kami berupaya agar korban dapat direhabilitasi di rumah sakit jiwa daerah. Masa depan mereka masih panjang dan kesempatan mereka sangat luas,” ujarnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Rurie Harfika
Editor: 
Mammaqdudah