Dinas Kesejahtraan Sosial Melakukan Penyuluhan di Kafe Parit Tiga Jebus

Jebus Bangka Barat - Setelah  melakukan penyisiran di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang, Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauaan Bangka Belitung melakukan penyuluhan di tempat hiburan malam di Parit Tiga Jebus Kabupaten Bangka Barat.  Sebanyak tiga tempat hiburan malam di Parit Tiga Jebus di razia oleh  tim penyuluhan dari Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sasaran Dinas Kesejahteraan Sosial  dalam razia  tersebut adalah para pekerja hiburan malam di kafe – kafe Parit Tiga Jebus dalam rangka penanggulangan pencegahaqn penyalahgunaan  narkoba  dan “HIV AID di Kabupaten Bangka Barat.  Dalam  razia tersebut Dinas Kesejahtraan sosial bekerja sama dengan   satpol pp dan Polda Bangka Belitung serta Dinas Komunikasi dan Informatika  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke beberapa lokasi hiburan malam, baik café maupun karoke di  Kecamatan Jebus.

Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesejahtraan Sosial  Provinsi Kepulauaan Bangka Belitung merupakan salah satu bentuk kepedulian atau perhatian langsung Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada masyarakat yang bekerja di tempat hiburan malam. Narkoba dan “HIV AID  merupakan dampak  dari penyakit sosial yang dialami masyarakat kita dengan ini harus kita atasi bersama-sama seintensif mungkin. Dalam pendataan  tersebut sebanyak 70 orang pekerja Hiburan malam di beberapa Kafe Parit Tiga Kecamatan Jebus yang mana langsung dilakukan penyuluhan dan, dan diantara beberapa orang pekerja hiburan malam di kafe tersebut ada beberapa orang pekerja yang usianya masih  dibawah 19 tahun. Dalam penyuluhan terhadap para pekerja hiburan malam tersebut kita lakukan semata-mata untuk  menciptakan suasana yang kondusip dan mencegah dari  bahaya narkoba, kita tidak mau generasi muda kita rusak oleh hal-hal negatif.

Kompol Hariansyah  Polda Bangka Belitung saat di konfirmasikan, bahwa Peningkatan penyalahgunaan narkoba di Bangka Belitung tidak dapat dipandang sebelah mata. Kerusakan yang ditimbulkan oleh narkoba tidak semata-mata mengenai satu sisi kehidupan tetapi berbagai sisi kehidupan mulai dari ketergantungan narkoba baik secara fisik maupun kejiwaan yang menyebabkan perubahan perilaku. Dan disamping itu kita perlu meningkatkan kewaspadaan bersama anatara keluarga satu dengan lainnya baik dalam bentuk komunikasi maupun kegiatan bersama, sehingga tidak ditemukan sikap individualisme antar tetangga. Sikap individualis dengan hanya memikirkan diri sendiri tanpa mau ikut telibat dalam pengawasan berkelompok dalam lingkungan hanya akan menyuburkan penyalahgunaan narkoba dilingkungan kita.

Kepala Bidang  Rehabilitasi Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Effendi, S.Pd mengatakan  Orang tua memegang peranan penting sebagai pintu pertama pengawasan penyalahgunaan narkoba. Orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memelihara dan membina keluarga. Dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan ketekunan. Para orang tua memiliki lima tugas pokok yaitu mengasuh, mendidik, membimbing, menjaga serta memelihara anak-anaknya. Pentingnya pemahaman agama sejak dini menjadikan orang tua harus menyadari fungsinya sebagai role model (contoh teladan) dalam keluarga. Pemahaman agama dapat diajarkan melalui sikap dan tingkah laku, terutama anak yang belajar dari melihat(see), mendengar (hear) dan meniru (copy), kebiasaan yang ditampilkan dalam keluarga akan menjadi acuan atau contoh bagi anak bagi perilakunya dimasa depan.

Selain itu menurut Sucipto, Kepala Bidang Satpol PP. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung soal perizinan menjadi hal yang penting dalam kepemilikan  usaha dan  para Pemilik Usaha hiburan malam / kafe  agar memperhatikan batas waktu pemberlakuan izin atas pendirian usaha tersebut, jangan sampai masa berlaku izin usaha tersebut habis dan tidak diperpanjang lagi, Tegasnya. (Efnd/Tmc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Effendy