Dinas Pertanian Berikan Pelatihan Kepada Para Penyuluh Guna Meningkatkan Kapabilitas dan SDM Pertanian di Bangka

Mendo Barat – Guna meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan informasi kepada para penyuluh di Bangka Belitung agar selaras dengan program pemerintah dalam aplikasinya di lapangan,  Dinas Pertanian mengadakan kegiatan peningkatan kapabilitas penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian,  di Balai Benih Induk Dinas Pertanian pada Hari Jumat (14/09).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung Toni Batubara mengharapkan dengan pertemuan ini, program RPJMD yang sudah tertuang yang ditindak lanjuti dalam bentuk renstra dapat berjalan dengan baik kepada para penyuluh yang berada dilapangan.

“Karena sebenarnya ujung tombak pertanian ini adalah di penyuluh, kalau penyuluhnya tidak satu suara, maka program dari pemerintah provinsi ini bisa menjadi tidak nyambung ke masyarakat,” terang Toni Batubara.

Dalam kesempatan tersebut, ada  beberapa program unggulan yang telah disampaikan oleh Gubernur Erzaldi kepada para penyuluh, yaitu lada, sawit, karet, padi dan jagung. Untuk itu, gubernur berharap para penyuluh dapat mendukung program tersebut, sehingga sasaran pembangunan dalam bidang pertanian dapat tercapai.

Mengenai komoditas karet di Babel, Gubernur Erzaldi juga menyampaikan kepada para penyuluh agar para petani karet tidak lagi menggunakan tawas atau mengurangi penggunaan tawas, mengingat tawas tidak dikhususkan untuk membekukan getah karet, namun dapat menggunakan asam semut atau di urap. Diharapkan peredaran dan penggunaan tawas di Babel dapat sesuai dengan peruntukannya.

Menanggapi hal tersebut, Toni Batubara menyampaikan bahwa sudah sering Pemerintah Provinsi memberikan bantuan dan pelatihan terhadap beberapa kelompok tani agar menggunakan  asam semut atau di urap.

“Pada saat kita bantu, mereka pakai, tapi setelah itu beralih kembali ke tawas. Memang tidak semua petani karet di Babel seperti itu, namun untuk di Belitung mayoritas sudah menggunakan asam semut atau di urap,” terang Toni.

Oleh karena itu disampaikan oleh Toni, bahwa harga karet di Belitung relatif lebih tinggi dari di Bangka dengan kualitas yang lebih baik.

Selanjutnya pada komoditas jagung, Bangka Belitung mendapatkan 7500 hektar. Untuk saat ini baru dimanfaatkan 3000 hektar, sehingga masih ada kekurangan 4500 hektar untuk ditanam. “Kami meminta kepada para penyuluh yang memiliki lokasi atau binaan agar melakukan penanaman jagung. Tadi sudah ditunjuk beberapa lokasi, kami berharap kekurangan tersebut dapat terserap dengan baik,” kata Toni.

Toni mengatakan kepada para penyuluh bahwa pembelinya sudah ada, sehingga para petani jagung tidak perlu khawatir dan ragu-ragu untuk menanam jagung.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Toni mengimbau agar mengunduh aplikasi IPC Farmers APP pada sistem operasi Android yang mereka miliki, sehingga para penyuluh dapat berkomunikasi dengan baik dan memiliki bekal informasi yang semakin mumpuni.

“Pada aplikasi tersebut sudah mengandung informasi yang lengkap seperti budidaya lada yang baik, harga lada, juga untuk konsultasi. Dan yang lebih utama dapat menjadi lebih responsif agar dapat segera memberikan informasi secara cepat kepada para petani,” pungkas Toni.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo