Dinkes Babel Siapkan Pengukuran Kebugaran Calon Jemaah Haji

PANGKALPINANG--Menjelang pelaksanaan pengukuran kebugaran calon jemaah haji di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Pertemuan Konsolidasi Pengukuran kebugaran Jasmani Tahun 2018 di Hotel Cordela Pangkalpinang pada Jumat (2/2) lalu. Pertemuan ini dilaksanakan guna mengoordinasi dan mengakomodasi kebutuhan yang diperlukan, termasuk dukungan biaya akomodasi dan ketersediaan obat, alat kesehatan, serta tenaga kesehatan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kemampuan yang dimiliki dan kebutuhan merekap data pelaporan.

Mengawali pembukaan pertemuan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto mengingatkan kesehatan sangat berperan dalam kelancaran prosesi ibadah haji. Demikian pentingnya, hal ini harus dipersiapkan sedari awal sebelum pelaksanaan haji.

“Secara umum, tingkat kebugaran jasmani calon jemaah haji dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih rendah. Hal ini tergambar dari hasil pengukuran kebugaran jasmani calon jemaah haji yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017. Tercatat data pada 988 orang calon jemaah haji, kategori kurang sekali 27,3 persen, kurang 15,8 persen, cukup 35,8 persen, baik 16,2 persen, baik sekali hanya 0,2 persen, dan gagal 4,7 persen,” papar Mulyono.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, dan kantor kementerian agama kabupaten/kota, Mulyono menjelaskan bahwa penyelenggaraan pengukuran kebugaran jasmani perlu dilaksanakan secara terpadu dengan lintas sektor dan lintas program terkait untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaannya. “Dengan demikian, berbagai masalah dan kebutuhan peserta pada saat pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani secara menyeluruh dapat diantisipasi,” jelasnya.

Zulfikri Thabrani, Pembimbing Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan bahwa tingkat kebugaran yang rendah menjadi salah satu faktor risiko orang untuk mengalami penyakit akibat kurang gerak dan dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan prestasi. “Pengukuran kebugaran haji ini juga untuk mengetahui tingkat kebugaran sehingga sangat bermanfaat dalam menentukan kegiatan aktivitas fisik, latihan fisik dan olahraga sesuai dengan kesiapan fisiknya,” jelasnya.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adinda C (Pranata Humas Dinkes Babel)
Fotografer: 
Adinda C
Editor: 
Irwanto