Dirgahayu TNI ke-73, Danrem 045/Garuda Jaya Berpesan Untuk Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Pangkalpinang –TNI memperingati ulang tahun ke-73, dimana acara ini diadakan secara serentak di di Indonesia. Peringatan ini dilaksanaan dengan upacara yang khidmat, di halaman kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada hari Jum'at (05/10) pagi. 

Dalam upacara tersebut, Dadang mengajak para peserta upacara untuk menundukkan kepala dan berdoa bagi saudara kita yang sedang mengalami musibah di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

“Semoga kekuatan dan ketabahan saudara-saudara kita dalam memulihkan kembali kondsi sebagaimana sediakala. Semoga bantuan yang telah kita lakukan bersama-sama baik fisik maupun dukungan doa dapat meringankan musibah, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan,” ujar Dadang.

Komandan Korem 045/Garuda Jaya Letkol Infantri Dadang Arif Abdurrahman, yang pada hari ini bertindak sebagai inspektur upacara juga menyampaikan beberapa pesan kepada para anggota TNI, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia berpesan agar selalu memperkokoh iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, pertahankan dan tingkatkan solidaritas TNI serta kemanunggalan dengan rakyat agar menjadi pemersatu dan perekat bangsa. Selanjutnya tidak lupa untuk meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, agar dapat melaksanakan tugas yang diamanahkan dapat terlaksana dengan baik. Lebih jauh, Ia pun menekankan netralitas TNI sebagai individu maupun kesatuan dalam pelaksanaan pemilu 2019.

“Jangan terpancing emosi dan upaya-upaya melibatkan diri dalam mendukung kelompok tertentu dalam pentahapan pemilu,” pesan Dadang.

Mempertahankan keutuhan wilayah serta melindungi negara dari berbagai ancaman merupakan salah satu tugas pokok TNI. Ia mengatakan bahwa teknologi dijaman sekarang ini merupakan tantangan besar dalam menjaga prospek kehidupan masa depan.

Dadang mengingatkan bahwa tantangan kewaspadaan terhadap keamanan negara tidak lagi terbatas secara territorial, dimana konflik perang menjadi tidak terbatas yang masuk ke berbagai dimensi seperti; perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini,  dan akhir-akhir ini adalah perang mata uang di berbagai negara.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo