Diskominfo Babel Sampaikan Sosialisasi Literasi Media Di SMA Negeri 1 Koba

Koba – Dengan terbukanya kebebasan informasi dan teknologi media, pertumbuhan media massa dan media baru mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana media komunikasi telah bermetamorfosis menjadi media digital dengan kemudahan akses dimana saja dan kapan saja seiring dengan pertumbuhan smartphone di masyarakat dari seluruh strata sosial.

Teknologi media tersebut memiliki beberapa konsekuensi, baik yang berkonotasi positif maupun negatif. Begitu besarnya peran media bagi kehidupan bermasyarakat menjadikan manusia tidak dapat terpisahkan oleh kehadiran teknologi media komunikasi.

Penetrasi media yang semakin gencar dan bebas harus dapat diimbangi dengan literasi media untuk menangkal dampak negative, yang bertujuan melindungi konsumen dari dampak media baru. Untuk itu, SMA Negeri 1 Koba mengundang Dinas Komunikasi dan Informasi Pemprov Babel terkait sosialisasi pentingnya literasi media di masyarakat. Acara tersebut di adakan pada hari jumat (10/11/2017) yang bertema “Sosialisasi literasi dasar/perpustakaan/media/digital/keuangan” tersebut diadakan di Gedung Sekolah SMA 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah, dengan peserta para guru dan murid.

Acara sosialisasi ini juga disiarkan secara live melalui kanal radio inRadio 97,6FM dengan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Ahmad Fauzan Syahzian selaku narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fauzan mengawali dengan menyampaikan bahwa penggunaan media yang semakin hari semakin luas, tidak hanya media cetak, namun juga merambah media radio, media tv, hingga media sosial yang memberikan perubahan besar dalam sistem informasi dan komunikasi di masyarakat.

“Dengan adanya sosialisasi literasi media ini, adalah untuk melihat bagaimana mencermati perkembangan media yang sangat massif. Karena kita tidak terlepas dari yang namanya smartphone yang menjadi kebutuhan bagi kita semua,” ujar Fauzan.

Yang dikatakan dengan literasi media adalah bahwa kita paham, kita tahu, dan kita mencoba untuk menganalisis apa isi dari suatu konten. “Ketika kita melihat isi dari suatu konten di media sosial, kemudian kita melihat berita yang ada di televisi, mendengar suatu berita yang ada di radio, itu yang dikatakan dengan literasi media. Artinya kita betul-betul sangat memahami apa isi dari informasi yang disampaikan oleh media,” jelas Fauzan.

Disampaikan oleh Fauzan, yang menjadi harapan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap literasi media bahwa adanya suatu fungsi dalam Komisi Penyiaran Indonesia yang terbentuk sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 ketika mencermati konten isi dari suatu acara informasi di saluran radio maupun televisi.

Lebih jauh Fauzan juga menjelaskan bahwa Diskominfo memiliki tanggung jawab untuk membentengi media-media informasi yang beredar secara masif di masyarakat terutama terkait berita hoax.

Untuk itu Fauzan berpesan agar masyarakat selalu melakukan check dan re-check terhadap suatu informasi dengan website milik pemerintah yang dapat diakses, terkait berita-berita yang sedang marak dalam upaya menangkal penyebaran berita hoax.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo