Diskusi Sembari Makan Otak-Otak, Gubernur Minta Masyarakat Semangat Kelola Hutan Mangrove

BELINYU -- Wilayah Kepulauan Bangka Belitung yang dikelilingi laut dan muara ini, sangat cocok untuk budidaya udang maupun kepiting. Setiap kali natak kampung ke wilayah pesisir, perhatian Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman sangat tinggi terhadap budidaya udang dan kepiting.

Seperti pada Natak Kampung kali ini ke wilayah pesisir Bangka Barat dan Bangka Utara. Gubernur yang paginya sempat bersilahturrahmi dengan masyarakat Teluk Limau, akhirnya menyempatkan diri juga berkunjung ke lokasi tambak kepiting bakau kelompok masyarakat Perpat Permai. Sedikitnya di lokasi ini ada tiga kolam  Kepiting Bakau. Selain kepiting, ada juga kolom budidaya Ikan Nila Merah dan Ikan Bandeng.

Di hadapan Gubernur dan Rombongan Natak Kampung, Ketua Kelompok Tambak,  Sirpandi menjelaskan  selain tambak Kepiting, kedepan hutan mangrove yang memagari wilayah Perpat Permai akan  dikombinasikan untuk sektor pariwisata. Sirpandi meyakinkan Gubernur bahwa masyarakat sekitar  siap mengelola hutan bakau tersebut sebagai lokasi wisata unggulan di Perpat.

"Untuk menunjang harapan ini, diketahui bahwa di APBD Perubahan Kabupaten Bangka 2018, ada dukungan anggaran untuk kelompok ini," ujar  Kadis  DKP Kabupaten Bangka, Sapran.

Mengenai  status lahan yang saat ini  masih HPL, Sapran menyebutkan bahwa pihaknya  sudah mengurus perizinan pemakaian lahan tersebut ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.

"Untuk luas lahan HPL yg diajukan sekitar 48 Ha," tukas Sapran.

Setelah berkeliling sejenak melihat tambak kepiting, Gubernur mengajak masyarakat sekitar berdiskusi sembari makan otak-otak Belinyu di pondok dekat Kolam Kepiting. Sembari menelan makanan khas Bangka Utara ini, Gubernur menyampaikan visi dan misi pembangunan Babel di sektor kelautan dan perikanan.

Berbagai hal disampaikan Gubernur terkait upaya Pemprov Babel memberdayakan masyarakat pesisir. Kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan utama Gubernur membuat kebijakan dan program terkait pemberdayaan wilayah pesisir.

Salah satu yang disampaikan masyarakat kepada Gubernur adalah, fokus dan konsentrasi dari kelompok masyarakat adalah agar mangrove di wilayah mereka  dilestarikan. Program ini dikaitkan dengan program pemberdayaan masyarakat yang dimiliki UBB. 

"Ada Pak Ismed UBB hadir disini. Kita ingin  kawasan 48 Ha ini dibuat masterplannya, pohon-pohon yang ada tidak boleh ditebang," ujar Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga meminta masyarakat terus bersemangat mengelola hutan mangrove untuk dikembangkan menjadi hutan wisata dan budidaya kepiting. 

"Saya harap advise nya adalah dari UBB. Nanti pemprov akan mensupport budgetnya, tapi bukan berarti menunggu. Masyarakat ini perlu dibina dan jadikan hutan mangrove ini, selain budidaya kepiting juga tempat mengedukasi masyarakat kita cinta dan peduli lingkungan," pinta Gubernur.

Kepada masyarakat, Gubernur minta mendukung program pemerintah. Bentuk dukungannya, kata Gubernur, adalah bagaimana menjaga hutan wisata mangrove ini. Gubernur  mengatakan pihaknya sudah meninjau ke lapangan. 

"Hasilnya  kami bersyukur dengan semangat masyarakat Babel yang sudah sadar untuk mengembangkan potensi pariwisata di Babel. Hutan ini juga bisa dikembangkan untuk budidaya madu dan silahkan belajar ke Namang untuk pengembangannya," ujar Gubernur.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Aditri Saputra