Djoko : Indonesia Beresiko Terhadap Serangan Siber

Pangkalpinang – Penggunaan internet di Indonesia semakin bertumbuh, yang hingga saat sudah lebih dari 50%. Dengan pemanfaatan teknologi dan informasi yang semakin berkembang, juga dapat memunculkan ancaman-ancaman baru.

Pertumbuhan teknologi dan informasi tersebut membuat Indonesia beresiko terhadap serangan siber dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dalam bidang teknologi, ekonomi, sosial budaya, dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Mayjen TNI AD (Purn) Dr. H. Djoko Setiadi, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara saat menyampaikan paparannya mengenai kontribusi dan sinergitas Badan Siber dan Sandi Negara dengan pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan NKRI, di ruang pertemuan kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi kepulauan Bangka Belitung (30/10).

“Indonesia telah mengalami berbagai Insiden siber mulai dari serangan yang menargetkan kepada perusahaan-perusahaan strategis, hingga infeksi malware, wanna cry, hingga domain milik pemerintah,”terang Djoko.

Untuk itu tugas pemerintah bidang kemanan siber adalah untuk menghadang berbagai macam kemungkinan serangan siber negara, dan melindungi keamanan siber secara nasional. Sehingga mewujudkan suatu kebijakan diranah siber seiring dengan mendorong terciptanya nawacita.

“Hal-hal tersebut dilakukan untuk tatakelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, yang memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara,” kata Djoko.

Maka dari itu kesiapsiagaan, pembangunan SDM, kemandirian dibidang hardware dan software,  dan ketahanan dibidang teknologi diperlukan dengan melakukan kolaborasi nasional.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo