DKP Babel Dorong KUB Nelayan Segera Bentuk Koperasi

JEBUS--Dinas Kelautan dan Perikanan Babel dalam setiap kesempatan pertemuan dengan nelayan selalu mendorong nelayan untuk segera bergabung dalam koperasi.

Banyak keuntungan yang diperoleh oleh nelayan apabila sudah tergabung dalam koperasi yang berbadan hukum dan telah memiliki kartu nelayan. Diantara keuntungan yang diperoleh adalah prioritas pemberian bantuan. Namun demikian, masih banyak nelayan yang enggan untuk bergabung atau membentuk koperasi nelayan. Oleh karena itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Dasminto meminta kepada nelayan untuk membentuk atau bergabung dengan koperasi berbadan hukum.

"Kalau sudah punya kartu nelayan, sudah ada kelompok segera bentuk koperasi karena untuk menerima bantuan pemerintah syaratnya harus tergaubung koperasi atau lembaga yang berbadan hukum," jelas Dasminto dihadapan nelayan Sungai Buluh, Kecamatan Jebus, Kamis (20/09/2018).

Dasminto mendamping Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat berdiskusi dengan para nelayan Sungai Buluh dan Pebuar dalam kegiatan  Natak Kampung di empat desa di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Diskusi nelayan dan Gubernur yang berlangsung di pinggir Pantai Membang berlangsung santai. Hembusan angin laut menambah kesejukan diskusi. Sesekali nelayan tertawa karena canda yang disampaikan gubernur.

 Dalam kesempatan tersebut, nelayan berharap Gubernur dapat membantu pembangunan pemecah gelombang. Nelayan mengaku kesulitan untuk menambatkan perahu sehingga harus melarikan perahu mereka masuk ke muara sungai Buluh untuk ditambatkan ketika laut dalam keadaan pasang.

"Gelombang di sini kencang sekali jadi kami harus menambatkan perahu di muara sungai. Itupun kalau mau keluar masuk harus memperhatikan pasang surut," kata Jaya Zulfan, Ketua KUB Nelayan.

Selain pemecah gelombang, Zulfan juga berharap pemerintah  membantu nelayan untuk alat tangkap. " Alat tangkap yang kami miliki sangat terbatas, bila memungkinkan kiranya bisa dibantu untuk kami diberi alat tangkap seperti jaring tenggiri," tambah Zulfan.

Sementara Ariel, nelayan Pebuar berharap Gubenur dapat membantu memasang lampu sejenis lampu marcusuar sebagai penunjuk jalan pulang nelayan pada malam hari jika habis melaut.

“Kalau bisa kami minta dibantu lampu marcusuar, karena kalau pada malam hari saat gelap suasana sangat gelap sekali,” katanya.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dihadapan nelayan menjelaskan bahwa aspirasi nelayan akan ditampung namun untuk pelaksanaannya membutuhkan proses. "Akan diinventaris, namun jangan merajuk kalau belum bisa direalisasikan sekarang," ujar Gubernur yang disambut tawa nelayan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Mutiah Sahiddin (Pranata Humas Dinas Kelautan dan Perikanan)
Fotografer: 
Mutiah Sahiddin
Editor: 
Mamaq