DKP Babel Tandai Kawasan Konservasi Perairan Beltim

Manggar-- Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penandaan pada zona inti kawasan konservasi Gugusan Pulau Momparang Belitung Timur. 

Penandaan lokasi zona inti taman wisata perairan Pulau Momparang  dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 52/KEPMEN-KP/ 2017 tentang Kawasan Konservasi Perairan Gugusan Pulau-Pulau Momparang dan Perairan sekitarnya.

 "SK Menteri Kelautan  dan Perikanan sudah diterbitkan sejak 12 Desember 2017, jadi sudah sah untuk gugusan pulau Momparang dan sekitarnya  menjadi  kawasan konservasi perairan daerah dengan jenis konservasi taman wisata perairan," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Ruang laut DKP Babel, Kristiatlizar, Selasa (16/10/2018).

Kris menambahkan bila kawasan konservasi perairan daerah Pulau Momparang terbagi dalam 3 zona yaitu zona inti, zona pemanfaatan dan zona perikanan berkelanjutan. 

"Zona inti ini adalah zona merah artinya tidak boleh ada aktivitas penangkapan atau eksploitasi lainnya, peruntukan zona inti ini mutlak hanya untuk kegiatan perlindungan habitat dan populasi ikan, perlindungan terhadap ekosistem, boleh untuk kepentingan  penelitian dan pendidikan tetapi tanpa melakukan pengambilan material langsung dari alam," ungkap Kristiatlizar di kawasan Pulau Momparang, Beltim.

Pihaknya berharap dengan adanya tanda di zona inti bisa  memberi informasi kepada nelayan atau siapa saja yang melintas kalau sedang berada pada zona merah yang tidak boleh melakukan aktivitas penangkapan atau eksploitasi lainnya. "Sedangkan untuk penangkapan ikan boleh dilakukan pada zona perikanan berkelanjutan dan harus menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan," ujar Kabid PRL DKP.

Total luasan kawasan konservasi Perairan Daerah gugusan Pulau Momparang adalah seluas 124.320 ha, terdapat tiga lokasi zona inti pada gugusan pulau Momparang yaitu zona inti di Pulau Memperak, Pulau Nangka dan Pulau Penyemut.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Mutiah Sahiddin (Pranata Humas Dinas Kelautan dan Perikanan)
Fotografer: 
Mutiah Sahiddin
Editor: 
Mamaq