DP3ACSKB BABEL SINERGITASKAN PROGRAM KE 7 KABUPATEN KOTA SE-BABEL

Pangkalpinang--DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan sinergitas di 7 Kabupaten/Kota di Bangka Belitung.

Di Kota Pangkalpinang dilaksanakan pada Jumat (11/10/2019) bertempat di hotel rentz, di Kabupaten Bangka  pada Selasa (14/10/2019) bertempat di hotel Novilla Sungailiat, di kabupaten Belitung pada Rabu (16/10/2019) di Graha Resto Tanjungpandan, untuk Kabupaten Belitung Timur pada Kamis (17/10/2019) bertempat di ruang pertemuan Kantor Camat Manggar.

Kegiatan ini mengundang peserta dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten/Kota, Camat, Kades, Lurah, Perbankan, pelaku Industri Rumahan (IR).

Kepala DP3ACSKB Susanti menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak segenap OPD maupun institusi lainnya yang ada di kabupaten/kota untuk bersama berkomitmen kuat mulai dari pemangku kepentingan agar dapat mengimplementasikan peraturan dan kebijakan yang ada.

Hal ini dilakukan agar Kabupaten/Kota dapat meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dengan memenuhi 7 prasyarat PUG (komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumberdaya, data terpilah, alat analisis,partisipasi masyarakat).

"Bagi Kabupaten/Kota  yang belum menerima predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan untuk yang sudah KLA agar dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi peringkat predikatnya dengan memenuhi 5 klaster KLA  yaitu memenuhi hak sipil kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang kegiatan budaya, serta perlindungan khusus", terang Susanti.

Susanti berharap terwujudnya sinergi dari semua urusan pemerintahan di Kampung KB Cikar yakni Kampung KB  yang telah memenuhi  kriteria Kampung KB standar (capaian program kkbpk, memiliki Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat(PATBM), Industri Rumahan (IR), Kepemilikan dokumen kependudukan ) yang diperkuat dengan program lintas sektoral artinya tidak hanya program DP3ACSKB saja.

Susanti juga mengajak para peserta untuk mewujudkan semua program ini di mulai dengan mengenali isu yang terjadi disekitar kita terutama isu perempuan dan anak.

Melalui diskusi di acara ini, peserta menyampaikan banyak sekali terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak juga isu isu  lainnya yang terjadi dilapangan.

"Hendaknya program kegiatan  yang ada di masing-masing OPD dan institusi lainnya dapat menjembatani dan mengatasi masalah yang ada sehingga menjadikan Kabupaten/Kota  yang responsif gender dan kabupaten/kota layak anak  serta memiliki desa dengan predikat sebagai Kampung KB Cikar yang pada akhirnya masyarakat akan merasakan  dampak dari pembangunan yaitu masyarakat yang sehat dan sejahtera", tegas Susanti. 

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu