dr. David Tandean : Perlu Dilakukan Sosialisasi Untuk Pencegahan Spina Bifida Di Babel

Pangkalpinang - dr. David Tandean Sp BS dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, yang didampingi oleh dr Ferry Kurniawan Sp BS, dan dr Farhan Sp An saat menemui Wakil Gubernur Abdul Fattah di ruang kerjanya pada hari rabu (01/11/2017) menyampaikan bahwa Ia melihat kasus kelainan bawaan Spina Bifida di Bangka Belitung perlu mendapat perhatian, mengingat dalam kurun satu tahun ini sudah ada 10 kasus terjadi di Babel. Ia memaparkan bahwa 8 dari 10 kasus tersebut dari bayi yang baru saja lahir. Ia beropini, hal tersebut kemungkinan saja masih akan terjadi di masyarakat.

Dalam penjelasannya, Spina Bifida adalah kelainan tabung saraf yang terjadi saat dalam janin. Kelainan ini mempengaruhi bayi ketika tulang belakang tidak terbentuk dengan baik di sekeliling bagian tertentu dari saraf tulang belakang, menyebabkan tulang belakang terlihat pada beberapa titik tertentu. Kondisi ini dapat terjadi dalam bentuk yang ringan maupun berat sehingga perlu mendapat penanganan serius seperti jalur operasi.

Bentuk yang lebih parah dari Spina Bifida disebut meningocele. Dalam kasus ini, tulang belakang mendorong kulit, ditandai dengan suatu tonjolan, dan terkadang cairan dapat saja keluar dari daerah ini. Bentuk yang paling parah, dikenal dengan myelomeningocele, yaitu ketika saraf tulang belakang rusak atau didorong keluar melalui saluran tulang belakang yang menyebabkan kulit terbuka dan saraf pun terlihat. Terkadang anak-anak dengan kelainan ini juga memiliki masalah pada otak yang menghalangi mereka hidup secara normal.

Tindakan operasi harus segera dilakukan apabila bagian tulang belakang ini terbuka, yang dapat mengakibatkan kebocoran dari daerah atas (otak) hingga kebawah. Meskipun pengobatan dengan jalur operasi belum tentu akan mengembalikan sepenuhnya kerusakan syaraf, namun ini merupakan salah satu upaya yang perlu dilakukan.

Untuk itu, dr. David lebih berupaya mengedepankan tindakan pencegahan daripada pengobatan. Ia berpesan agar wanita yang sedang hamil muda dapat melakukan pemeriksaan berkala.

“Lebih baik kita lakukan pencegahan, yaitu para ibu hamil dengan pemeriksaan berkala ke puskesmas. Hal ini dapat disosialisasikan kepada orang yang mau merencanakan kehamilan, atau sedang hamil muda. Dengan pemeriksaan berkala ini, saya harap angka kasus tersebut dapat turun,” ujarnya.

Sebagai salah satu penyebab Spina Bifida ini yaitu adalah kekurangan vitamin asam folat pada waktu kehamilan sang Ibu terhadap janin yang dikandungnya. “Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asam folat yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan bayi saat berada dalam kandungan,” terang dr. David.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo