DR.Ninny Soesanti: Kota Kapur Bukan Jajahan Kerajaan Sriwijaya

BANGKA - Kota Kapur bukan merupakan jajahan Kerajaan Sriwijaya., hal ini dinyatakan oleh Ketua Departemen Arkeologi FIB-Universitas Indonesia DR.Ninny Soesanti Tedjowasono, S.S.,M.Hum dalam sambutannya pada acara Festival Kota Kapur dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Kapur ke-1331 tahun, Sabtu (6/5/2017) di Kota Kapur Kabupaten Bangka.

"Sebenarnya menurut penelitian saya, Kerajaan Kota Kapur bukan jajahan Kerajaan Sriwijaya. Namun merupakan salah satu dari kerajaan kecil yang mendukung berjalannya Kerajaan Sriwijaya karena alamnya strategis, ada pelabuhan, ada hasil bumi, dan sebagainya. Sriwijaya khawatir jika kehilangan dukungan dari Kota Kapur. Akan tetapi, seiring waktu Kerajaan Kota Kapur membangkang pada  pemerintahan sriwijaya," jelasnya.

Ninny menambahkan, oleh sebab itu Raja Sriwijaya kemudian membuat sebuah prasasti yang berisi sumpah serapah pada Kerajaan Kota Kapur yang kita kenal dengan Prasasti Kota Kapur I.

"Pada saat itu Raja Sriwijaya marah dan memberikan sumpah serapah yang mereka tulis di prasasti dan dikirimkan ke Kota Kapur yang kita kenal dengan Prasasti Kota Kapur I", tandasnya.

Tidak hanya itu, Ninny juga mengatakan bahwa selain Prasasti Kota Kapur I, masih ada beberapa prasasti ditemukan oleh peneliti.

Selanjutnya beliau mengatakan Kota Kapur merupakan kebanggaan bagi masyarakat Bangka yang mempunyai nilai tidak terhingga.

"Kalian harus bangga karena memiliki warisan budaya seperti ini. Situs ini tidak pernah bisa dibayar dengan uang. Sebab, situs Kota Kapur merupakan salah satu peradaban yang termasuk sudah ada sejak awal Masehi. Dan ini membawa pengaruh positif untuk pemuda yang ada di Kota Kapur untuk selalu belajar, menggali, dan cerdas memanfaatkan situs ini dalam hal membuat taman replika prasasti seperti ini," tambahnya.

Sedangkan umtuk asal-usul dan runtuhnya kerajaan Kota Kapur sendiri belum diketahui dan sedang dalam penelitian Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian mengatakan ada beberapa kemungkinan, salahsatunya karena adanya kolonial Belanda yang sengaja meruntuhkan mental dan psikologi masyarakat Kota Kapur untuk keluar dari kerajaan mereka sendiri. (QQ)

Sumber: 
INFO Radio 97,6 FM - Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Amelia
Fotografer: 
Jumizi