DUKUNG TERLAKSANYA THREE ENDS, DP3ACSKB BABEL FASILITASI PENGUATAN FORUM PUSPA BANGKA BELITUNG


PANGKALPINANG-- Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) merupakan wadah untuk menyamakan persepsi dan kerjasama untuk mewujudkan terlaksananya three ends (akhiri kekerasan perempuan dan anak,  akhiri perdagangan manusia, akhiri kesenjangan ekonomi).

Demikian dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB)  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sahring saat mewakili Gubernur membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Forum PUSPA Daerah se-Provinsi Bangka Belitung Selasa (8/10/2019) di Hotel Novotel.

Sahring menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kerjasama dengan seluruh masyarakat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan perempuan dan anak di Bangka Belitung. 

"Saya harap kita bisa bersinergi bersama, karena tanpa peran seluruh masyarakat tidak mungkin pemerintah dapat menyelesaikan sendiri persoalan perempuan dan anak", ujarnya.

Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat menjadi narasumber mengemukakan perlunya mengenali isu perempuan dan anak yang ada disekitar kita.

"Wanita perlu ditingkatkan kapasitas dan kompetensinya, saat ini keterwakilannya belum memenuhi kuota, masih mengalami kekerasan, secara ekonomi juga kurang, di puspa ada program yang fokus dilakukan yaitu three ends",tuturnya.

Susanti menegaskan bahwa kekerasan ibarat fenomena gunung es, kasus yang terlihat atau dilaporkan hanya sedikit, namun kasus yang tidak dilaporkan sebenarnya banyak.

"Data di aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni)kita menurun, ini bukan berita bagus namun bisa jadi indikasi bahwa banyak kejadian kekerasan yang tidak dilaporkan", tambahnya.

Perkawinan anak di Bangka Belitung juga tertinggi ke tiga secara nasional, saat ini batas usia menikah yaitu di usia 19 tahun baik perempuan maupun laki-laki, bagaimana PUSPA dapat bersinergi dan berperan agar tidak ada lagi perkawinan usia anak.

"Pemberian asi eksklusif di babel hanya 27,8%, ini disebabkan karakter dan perilaku, bagaimana PUSPA bisa mensosialisasikan hingga merubah perilaku masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI bagi balita, mari bangun jejaring antara kita, bersinergi karena yang tau kondisi dilapangan adalah petugas di kabupaten/kota", tutupnya. 

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 50 peserta yang merupakan pengurus Forum PUSPA se-Bangka Belitung dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota se Bangka Belitung serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Sri prihantini lestari wijayanti Asisten Deputi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha dan Santi Herlina Zaenab (Kabid Partisipasi Dunia Usaha)

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu