DWP Bantu Ketersedian Stok Darah

Pangkalpinang – Ketersediaan darah di Bangka Belitung sangat kekurangan. Hal tersebut mendorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak seluruh instansi vertikal, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendonorkan darah.

Demikian diungkapkan Yanti Anita Syahrudin, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di sela-sela kegiatan Donor Darah, Senin (24/11/2014). Kegiatan yang digelar di Sekretariat Dharma Wanita Provinsi (DWP) Kepulauan Bangka Belitung tersebut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) provinsi.

“Kebutuhan darah di Bangka Belitung sekitar 40 kampel per hari, tapi ketersediaannya hanya 20 kampel. Hal ini dikarenakan masyarakat masih takut mendonorkan darah,” ungkap Yanti dalam kegiatan donor darah memperingati HUT ke 14 DWP Bangka Belitung.

Kegiatan ini melibatkan kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lebih jauh ia menjelaskan, selain itu DWP mengajak pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terlibat dalam kegiatan donor darah. Kebutuhan darah terus meningkat, dan diharapkan setiap kegiatan organisasi mengadakan kegiatan donor darah.

“Semakin banyak berdonor, semakin baik. Karena setetes darah dapat menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,” harap Yanti.

Murniyati salah satu pendonor mengajak ibu-ibu, khususnya yang belum pernah mencoba berdonor agar mencoba mendonorkan darah. “Saya ingin mengajak ibu-ibu agar ikut mendonorkan darah, dengan niat yang baik insya allah akan membantu orang lain,” sarannya.

Sementara Vita petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Bangka Belitung menjelaskan, proses donor darah dimulai melakukan pengecekan hemoglobin (sel darah merah) dengan standar 12,5 gram dan tidak mengidap penyakit-penyakit berat sesuai yang ada pada formulir pendonor.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari | Fajrina
Editor: 
Huzari