Ekspedisi Teluk Kelabat - Sungai Layang, Gali Potensi Wisata Baru

BANGKA - Komunitas Peduli Kampung (PEKA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali melaksanakan Ekspedisi nya pada Sabtu (25/2) kemarin. Ekspedisi kali ini adalah ekspedisi yang ke 4 (empat) kalinya digelar oleh Komunitas PEKA Bangka Belitung yang diikuti sekitar 66 orang, diantaranya adalah Anggota DPRD Babel Aksan Visyawan, Johan Murod, Emron Pangkapi, dan rombongan peserta lainnya.

Ekspedisi kali ini mengambil beberapa rute perjalanan, yaitu Ekspedisi Teluk kelabat - Sungai layang, yang dimulai dari dermaga Bukit Tulang/Pulau Dante, peserta menggunakan beberapa kapal menelusuri Teluk Kelabat dan berakhir di Jembatan Perimping.

Perjalanan selanjutnya adalah melakukan Napak tilas perjuangan Depati Amir di Gunung Maras, dengan presentasi sejarah dan pameran foto serta menikmati makan nasi merah ala kampung di Desa Pangkalniur, meninjau Rimbe Mambang yang terletak di Desa Dalil kecamatan Bakam dan dilanjutkan dengan melakukan Ziarah ke makam Datuk Layau.

Ketua Komunitas Peduli Kampung (PEKA) Babel Emron Pangkapi menyampaikan rasa syukurnya karena komunitas PEKA dapat kembali melakukan ekspedisi tersebut dalam rangka napak tilas perjuangan Depati Amir di sepanjang Teluk Kelabat hingga kaki Gunung Maras bahkan sampai ke tempat batalion pertahanan Belanda yang terletak di desa Bakam.

"Kita bersyukur hari ini, bisa kembali melakukan ekspedisi ke empat komunitas PEKA, dan alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai rencana. Dengan rute-rute yang sudah kita tentukan," terangnya.

Ia mengatakan tujuan dilakukannya ekspedisi ini adalah agar peserta ekspedisi mengetahui betapa besar dan beratnya perjuangan para pejuang-pejuang dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan serta dapat menyadari potensi sejarah Bangka Belitung yang luar biasa.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dapat melakukan restorasi situs bersejarah tersebut, agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya, dan bermanfaat sebagai salah satu daerah tujuan wisata baru.

"Kita memerlukan diversifikasi pariwisata dari pantai dan laut, kita memiliki keunggulan bahari tetapi kita harus juga mempunyai kekayaan baru pariwisata yaitu dengan menggali wisata sungai, wisata air, wisata bakau, wisata hutan, wisata gunung atau kegiatan-kegiatan outbound lainnya disamping agro wisata," ucapnya.

Ia menjelaskan jika potensi-potensi wisata yang ada dapat digali dengan baik, maka akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung, dan menjadi sumber devisa jika dapat mengelolanya dengan baik.

"Inilah makna perjalanan kita hari ini, yang nantinya kita persembahkan kepada Pemda Bangka dan Provinsi agar sama-sama kita gali potensi ini dan tim PEKA telah melakukan launching-nya untuk kepentingan pariwisata Babel ke depan," jelasnya.

Terakhir Emron Pangkapi berharap kepada Gubernur Terpilih dalam Pilkada Babel 2017, nantinya agar mampu mengemas pariwisata yang hebat, tidak hanya dalam teori, daftar atau visi misi saja tetapi segera direalisasikan.

"Saya menaruh harapan kepada Gubernur Terpilih, yang mempunyai visi pariwisata sehingga menjadikan pariwisata salah satu punggung ekonomi kita ke depan. Kita berharap Pak Erzaldi melihat potensi ini dan bersama stakeholders kita bangun Bangka Belitung dengan bertumpukan pada potensi yang kita miliki, seperti bahari, kemaritiman, pertanian, pertambangan, potensi pariwisata dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu, Abet Suhaian yang ditunjuk menjadi Ketua Ekspedisi ini menambahkan jika Bangka Belitung memiliki 5 keunggulan potensi dollar yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.

"Kita punya timah harganya dollar, lada harganya dollar, kelapa sawit harganya dollar, walet juga harganya dollar dan terakhir pariwisata harganya juga dollar, tidak banyak daerah lain punya potensi seperti kita," ujarnya.

Ia juga mengharapkan kepada masyarakat dapat berperan aktif didalam menggali potensi pariwisata yang dimiliki.

"Saya berharap kepada masyarakat bisa ikut aktif, karena pariwisata ini kita tidak bisa menunggu, kita harus turut berperan aktif. Aktif bisa ditunjukkan dengan melakukan kegiatan yang bisa menunjang pariwisata ini. Harus pula adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, saling mendukung dalam pengembangan pariwisata ini. Dan kita lah yang harus menjemput bola," ucapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Heriyanto Kurniawan
Fotografer: 
Jumaizi
Editor: 
Noviansyah