Emosional Anggota Sat Pol PP Harus Matang

Sungaliat - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) harus mempunyai kematangan dan kestabilan emosional. Pasalnya pamong praja bertugas mengawal terlaksananya peraturan yang dikeluarkan pemerintah daerah.Tak hanya itu, anggota Sat Pol PP juga harus memiliki keterampilan khusus.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas anggota Sat Pol PP. Selama tiga hari, terhitung Kamis 26 September hingga Sabtu 28 September 2013, anggota Sat Pol PP mendapat pembekalan melalui Bimbingan Teknis Pemantapan Peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penegakan Peraturan Daerah.

Saat bimtek yang digelar di Novilla Boutique Resort, Sungailiat, Kabupaten Bangka tersebut, anggota mendapat pemahaman perda dan jenisnya. Anggota juga dibekali mengenai mekanisme penegakan perda, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polisi Pamong Praja yang membantu kepala daerah menegakkan perda.

Syahrudin Asisten I Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, Sat Pol PP membantu kepala daerah mengamankan perda. Untuk itu, anggota Sat Pol PP harus memiliki keterampilan khusus. Jadi, selain memiliki wawasan tentang perda, petugas juga harus dibekali keterampilan fisik dan kematangan emosional.

"Tidak hanya cukup membaca perda saja, akan tetapi petugas harus dibekali kemampuan bela diri, wawasan luas dan komunikasi yang baik. Sehingga masyarakat simpatik dan tidak takut pada petugas saat melakukan penegakan perda," ucap Syahrudin saat membuka bimtek tersebut.

Bimbingan teknis pemantapan peran Satuan Polisi Pamong Praja sangat penting. Syahrudin berharap peserta bisa menjadi lebih berwibawa dan berpendidikan melalui materi yang diberikan dalam pembekalan.

"Dengan bertambahnya wawasan, kita harapkan rasa percaya diri petugas semakin bertambah," tegasnya.(rusmini)

Sumber: 
Humas Prov. Kep. Babel
Penulis: 
Rusmini
Fotografer: 
Rusmini
Editor: 
Huzari