Enam Isu Diangkat Pada Rapat Teknis Rakor Gubernur dan Bupati/Walikota

SUNGAILIAT - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah secara resmi membuka Rapat Teknis Perangka Daerah Provinsi dengan Kabupatrn/Kota dalam rangka Rakor Gubernur dan Bupati/Walikota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat pada Kamis (19/10/2017).

Didampingi oleh Sekretaris Daerah dan para Assisten Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pe Wakil Gubernur mengangkat 6  (enam) isu strategis yang akan dibahas secara teknis antara perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota.

"Rapat teknis yang dilaksanakan adalah untuk mecoba merumuskan isu aktual di seluruh tatanan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah saat membuka Rapat Teknis Rakor Gubernur dan Bupati/Walikota.

Dengan mengangkat tema "One Vision One Mission for Growth & Prodperity of Bangka Belitung Archipelago", isu aktual yang diangkat pada rapat teknis tersebut yaitu pengembangan lada dan peternakan serta penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pembangunan ekonomi desa.

"Apa yang sudah digariskan dalam undang undang tentang Pemerintaha Desa, maka hal yang harus disongsong adalah dengan gerakan nyata. Bentuk aktualisasinya adalah perlu dibicarakan antara provinsi dan kabupaten/kota," kata Wakil Gubernur.

Isu pembangunan yang juga dibahas adalah pengembangan usaha kecil dan menengah yang menjadi salah satu pilar perekonomian bangka belitung. 

"Diharapkan dalam rapat teknis tersebut kita mengupayakan supaya produk-produk usaha kecil menengah dapat diketahui orang banyak, bukan hanya di tatanan daerah saja, akan hingga sampai tatanan nasional," harap Wakil Gubernur.

Isu keempat yang akan diangkat mengenai sistem resi gudang yang merupakan program baru. Dengan adanya resi gudang ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga lada.

"Bagaimana menjaga harga lada yaitu nanti lada tersebut ada yang disimpan di resi gudang dan tidsk perlu menjual semuanya. Apabila harga sudah kembali normal baru di jual kembali," jelas Wakil Gubernur.

Isu kelima yang diangkat yaitu pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut Wakil Gubernur bahwa di setiap daerah memiliki keunggulan dan karakteristik dalam mengembangkan potensi pariwisata. Sedangkan isu keenam yang dibicarakan adalah tentang pemetaan zonasi daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Yan Megawandi, S.H., M.Si mengharapkan hasil rapat teknis antara perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota dapat disepakati semua peserta. "Hasil kesepakatan tersebut akan dibawa dan disampaikan pada acara Rakor Gubernur dan Bupati/Walikota pada 20 Oktober 2017," jelas Sekda Babel.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Imam F
Fotografer: 
Adi Tri