Enam Strategi Mencegah Peredaran Narkoba

PANGKALPINANG – Terdapat enam strategi mencegah penyebaran narkoba di antaranya, melakukan operasi bersama menutup celah penyeludupan narkoba, pemberdayaan generasi muda secara lebih kreatif, pengawasan dan operasi bersama di lembaga permasyarakatan, penguatan lembaga rehabilitasi, upaya pemerintah daerah melakukan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika dan terakhir melakukan penguatan peraturan perundangan.

Abdul Fatah Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan, unsur pemerintahan dan masyarakat bersatu padu, berperan aktif melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal dengan membentuk relawan anti narkoba. Masyarakat diharapkan melaporkan jika mengetahui bentuk penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkotika.

“Selain itu masyarakat agar tidak malu dan tidak khawatir melaporkan anggota keluarga yang menjadi pencandu untuk menjalani rehabilitasi. Harus ada tindakan tegas kepada aparat hukum yang terbukti melindungi bandar narkoba,” kata Wagub saat Apel Peringatan Hari Anti Narkoba Tahun 2017, di halaman kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (13/7/2017).

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional menjadi momentum melakukan aksi bersama membebaskan bangsa dari penyalahgunaan peredaran gelap narkotika. Wagub mengajak mewujudkan lingkungan bersih narkoba. Bersihkan lingkungan mulai dari instansi pemerintah, swasta, masyarakat, keluarga dari ancaman bahaya narkoba. Ini merupakan bagian menuju Indonesia sehat. Sebab kejahatan narkotika sebagai kejahatan luar biasa, terorganisir dan bersifat lintas negara.

Ia menambahkan, saat ini peredaran narkoba telah berkembang dengan modus operandi semakin maju. Pemerintah mendeteksi trend mengkhawatirkan yakni, kejahatan narkotika global tidak hanya bermotif bisnis. Sebab telah berkembang dengan motif membiayai kejahatan terorisme. Peredaran narkotika erat dengan kejahatan perdagangan orang. Setiap tahun ribuan orang di seluruh dunia terjebak menggunakan narkotika.

Narkotika juga digunakan sebagai senjata. Menurut Wagub, narkotika digunakan untuk melumpuhkan suatu bangsa. Kejahatan narkotika sangat berbahaya dan dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa, sehingga harus diberantas dan ditangani dengan pendekatan seimbang. Adanya rehabilitasi pencandu narkoba serta edukasi secara terus menerus hendaknya ada pengurangan terhadap permintaan narkoba.

“Pemerintah sangat serius menangani masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Sejak awal, Presiden mengatakan Indonesia darurat narkoba dan menyerukan perang terhadap narkoba. Penegakan hukum terhadap bandar narkoba tidak ada kompromi. Tantangan yang dihadapi saat ini, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah merasuk ke seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky