Erzaldi Rosman dan Abdul Fatah Dilantik Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung 2017-2022

JAKARTA – H. Erzaldi Rosman, SE, MM dan Drs H. Abdul Fatah, M.Si resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk periode 2017-2022, pada hari ini Jum’at (12/5/2017).

Pada acara pelantikan tersebut Presiden Joko Widodo melantik lima Gubernur/Wagub terpilih hasil Pilkada Serentak 2017 serta Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, yang dipilih lewat voting di DPRD, untuk mengisi sisa jabatan 2014-2019.

Lima pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil Pilkada Serentak 2017 tersebut adalah sebagai berikut :

1. Erzaldi Rosman Djohan-Abdul Fatah (Bangka Belitung)

2. Rusli Habibie-Idris Rahim (Gorontalo)

3. Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni Anwar (Sulawesi Barat)

4. Wahidin Halim-Andika Hazrumy (Banten)

5. Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani (Papua Barat)

Mereka dilantik terlebih dulu karena periode akhir masa jabatan telah jatuh tempo. Masa jabatan Gubernur Banten telah berakhir sejak 11 Januari 2017, Gubernur Gorontalo (16 Januari 2017), Gubernur Papua Barat (17 Januari 2017), Gubernur Sulawesi Barat (14 Desember 2016), dan Gubernur Bangka Belitung (7 Mei 2017).

Prosesi upacara pelantikan diawali di Istana Merdeka, di mana Presiden Jokowi didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo secara resmi menyerahkan petikan Keputusan Presiden (Keppres) kepada para calon Gubernur Dan Wakil Gubernur.

Usai penyerahan Keppres, Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memimpin prosesi kirab untuk mengantar kelima pasangan Gubernur-Wakil Gubernur menuju lokasi pelantikan di Istana Negara.

Pelantikan di istana negara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jendral Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Turut hadir juga presiden ke-3 BJ Habibie, dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Setya Novanto, serta ketua DPD Oesman Sapta

Di luar gedung istana, tampak tamu-tamu undangan yang berkerumun menanti sang gubernur dan wakil gubernur tersebut, dan mereka tampak sangat antusias menyambut Erzaldi Rosman dan Abdul Fatah. Erzaldi mengatakan bahwa mulai hari senin (15/5/2017) bersama Abdul Fatah sudah siap mulai bekerja sembari mempersiapkan acara serah terima. Dalam serah terima nanti akan mengundang masyarakat agar masyarakat bisa menyaksikan dan diharapkan hadir dengan tertib.

Saat Erzaldi bertatap muka dengan Presiden Jokowi, Ia menyampaikan untuk dapat bimbingannya dan juga Provinsi Bangka Belitung agar dapat diperhatikan secara lebih. Ia pun berencana untuk mengundang Presiden Jokowi untuk rapat terbatas agar dapat menyampaikan program-program Provinsi Babel.

“Segenap aparat birokrasi kita baik di level provinsi maupun di kabupaten/kota harus segera berkoordinasi, mensinkronisasikan program-program untuk dapat kita bawa dengan rapat terbatas dengan pak Presiden,” ujar Erzaldi.

Ia pun menyampaikan bahwa ini merupakan moment yang sangat baik, dimana Ia mengharapkan kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Babel bisa lebih ditingkatkan.

“Untuk itu jangan sampai apa yang kita omongkan tidak dilengkapi dengan data-data yang tidak akurat,” ucapnya.

Selanjutnya Ia mengatakan untuk tidak terlalu bergantung kepada APBN, karena masih ada sumber-sumber dana yang lain seperti melibatkan investor. Ini merupakan strategi agar pemerintah pusat dapat memperhatikan Bangka Belitung.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi juga menyinggung mengenai harga lada, karet yang akhir-akhir ini kurang bagus. Ia berujar agar nantinya para petani tersebut dapat merasakan harga yang lebih baik untuk kebutuhan hidup. Maka dari itu Ia berencana untuk melakukan FGD dengan petani karet, petani lada, dan juga pengumpul hasil lada.

Lebih lanjut mengenai kepemimpinannya nanti, Ia mengatakan ini merupakan momen kebangkitan bagi masyarakat Bangka Belitung untuk secara bersama-sama, hilangkan perbedaan.

“Justru perbedaan merupakan rahmat, kita jadikan satu kekuatan untuk memajukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kedepannya,” tutupnya.(K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Khalimo