Event IMT GT Bawa Berkah Bagi Pelaku UMKM

Pangkalpinang – Even IMT GT yang berlangsung selama 4 (empat) hari sejak tanggal 26 hingga 29 september 2017 ternyata membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM yang turut berpartisipasi menjajakan produknya dalam acara tersebut. Pantauan tim babelprov.go.id, para pelaku UMKM menyatakan respon positif atas berlangsungnya event internasional IMT GT.

Seperti Mahendra Djusman selaku pemilik rumah batik D’Mahen Belitung menuturkan bahwa produk baju dan kain batik asal Belitung yang dijajakan laris terjual. Mahendra juga mengungkapkan bahwa para delegasi asing dari Malaysia dan Thailand sangat suka dan tertarik dengan produk batik Belitung ini, terutama dari sisi motif memiliki keunikan dan tingkat kualitas bahan yang halus.

“Mereka (para delegasi asing) melihat motif Bangka Belitung ini memiliki keunikan tersendiri dan mereka sangat menyukai. Selain itu juga mereka mengakui tingkat kualitas bahannya halus,” aku Mahendra.

Mahendra mengungkapkan bahwa jenis motif batik Belitung yang dijual berada dikisaran dengan harga diatas satu juta rupiah. Yang membeli tidak hanya kalangan wanita saja yang berminat, tetapi juga diminati oleh para kaum pria.

“Sudah empat hari peminatnya banyak dan responnya luar biasa. Dari kalangan perempuan dan lelaki para delegasi asing tersebut semuanya menyukai produk batik Belitung ini, responnya positif, ” ungkap Mahendra.

Hal senada juga dialami oleh penjual Pewter (kerajinan timah) Haji Usman, yang menurut pengakuannya banyak dari delegasi asing tersebut tidak hanya membeli dalam jumlah satuan, namun juga memesan dalam jumlah yang cukup besar. Umumnya para delegasi tersebut tertarik dengan pewter bentuk kereta surong dan ikan dengan kisaran harga 500 hingga 750 ribu rupiah. “Sudah ada beberapa pesanan kerajinan pewter untuk dikirim ke negara Malaysia, walaupun masih dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Karena produk yang kami hasilkan belum terlalu banyak,” ungkap Haji Usman.

Dengan tingginya minat terhadap pembelian kerajinan produk lokal, para pedagang berharap agar dalam event-event internasional semacam ini juga disediakan tempat penukaran uang atau money changer, mengingat ada beberapa delegasi yang mengurungkan niatnya untuk membeli dikarenakan uang yang dimiliki masih dalam bentuk mata uang asing.

“Saya berharap kalau ada event internasional seperti ini, juga disediakan tempat untuk penukaran mata uang asing. Karena tadi ada beberapa orang yang mau membeli tetapi tidak jadi, karena mereka bingung mencari tempat penukaran mata uang,” harap Mahendra.

Hj Melati Erzaldi Dukung UMKM Berpartisipasi Dalam Event Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hj. Melati Erzaldi yang turut hadir juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mengikutsertakan para pelaku UMKM dan kerajinan untuk mendukung event IMT GT. Hj. Melati melihat bahwa event ini sebagai media promosi bagi para pelaku UMKM dan kerajinan untuk memperkenalkan produk lokal yang sekaligus sebagai warisan budaya Bangka Belitung.

Ada beberapa produk kerajinan dan UMKM yang diperkenalkan pada event IMT GT seperti kain cual, batik belitung, kerajinan yang terbuat dari resam seperti kopiah, anyam-anyaman, dan tas, serta beberapa kerajinan dari akar bahar.

“Untuk kerajinan yang ditawarkan seperti produk unggulan dari resam seperti kopiah, anyam-anyaman, tas dan ada juga beberapa kerajinan dari akar bahar. Resam ini menggambarkan budaya melayu kaum pria yang banyak menggunakan kopiah resam,” jelas Ibu Melati.

Selain kerajinan anyam-anyaman dari resam, Hj. Melati juga menjelaskan saat ini Dekranasda Babel sedang mengupayakan untuk meningkatkan produk lokal, juga mendorong kerajinan anyaman pandan. Alasan menggunakan bahan pandan dikarenakan bahan bakunya mudah didapat dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani/Khalimo
Fotografer: 
Khalimo